Investor Asing Tarik Alat Berat dari Sumur Tua

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sejak dilakukan pemutusan kontrak KUD Sumber Pangan dan KUD Usaha Jaya Bersama oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Asset 4, investor mulai mengangkuti alat berat dari lokasi sumur tua.  

Satu persatu alat berat yang diduga milik investor asing telah hengkang dari lokasi sumur tua di wilayah Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojongoro, Jawa-Timur, sejak Jumat (3/6/2015) malam kemarin.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sedikitnya ada sekitar 25 unit truk pengangkut alat berat seperti bor, dan lain sebagainya hengkang dari lokasi sumur tua yang masuk wilayah hutan Bojonegoro, Tuban, Jawa-Timur, dan Blora, Jawa-Tengah tersebut.

“Alat-alat beratnya ini dikeluarkan sejak jumat malam kemarin. Kabarnya karena sudah tidak beraktifitas ngebor lagi. Masalahnya, Pertamina memutus kontrak antara KUD,” kata Jasman warga setempat kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (4/7/2015).

Dia menjelaskan, peralatan yang digunakan pengeboran di sumur tua tersebut diduga milik investor asing. “Informasinya milik warga asing. Tapi, benar dan tidaknya saya tidak tahu, Pak,” ungkapnya.

Baca Juga :   PP Belum Ajukan Izin Dispensasi Angkutan Alat Berat

“Jumlahnya banyak ada kalau 25 unit mobil pengangkut alat berat. Tapi saya ya gak tau kalau masih ada lagi,” sambung Parmi saat ditemui di jalan tengah hutan Wonocolo.

Seperti diketahui, sejak tanggal 15 Juni Pertamina EP Asset 4 bekerj sama dengan Paguyuban Penambang mengelola sumur minyak tua yang ada di wilayah Wonocolo. Hal itu dilakukan setelah Pertamina EP memutus kontrak KUD Sumber Pangan dan KUD Usaha Jaya Bersama menyusul maraknya illegal drilling, dan illegal trading, serta kerusakan lingkungan. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *