SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Menjelang berbuka puasa mejadi berkah tersendiri bagi penjual es buah, dan es gudir maupun penjual makanan dan minuman (Mamin) lainnya di sekitar ladang Migas Alas Tua Barat (ATW), Blok Cepu di wilayah Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur.
Salah satunya adalah, Sidik, penjual es buah di dekat perempatan Ngasem, Bojonegoro, tepatnya di depan kantor Kecamatan Ngasem lama diserbu pembeli. Tak pelak dalam waktu sekejap es buah yang dijualnya ludes.
“Alhamdulillah tinggal sedikit, Mas. Per mangkok dan bungkusnya saya hargai Rp4.000. Kalau hasil relatif, tapi rata-rata lebih dari Rp50.000 setiap jualan di bulan puasa ini dibandingkan hari-hari biasanya,” kata Sidik kepada Suarabanyuuri.com disela melayani pelanggan, Senin (6/7/2015).
Senada diungkapkan Parno penjual es gudir. Dia mengaku selalu kelarisan setiap menjual es gudir di sore hari menjelang buka puasa. Hanya saja, dia menjual hanya disaat bulan puasa saja. Dengan harga per bungkusnya adalah Rp1.500.
“Sedangkan hari-hari biasa tidak. Ya lumayan lah hasil yang tak dapat, Mas. Berapapun hasil yang didapat namanya manusia tetap saja kurang. Terpenting harus bersyukur dengan rejeki yang didapat. Berapapun nilainya,” sambung warga Ngasem ini.
“Setiap menjelang buka puasa pasti saya beli es buah, dan es gudir disini untuk buka puasa. Selain harganya terjangkau rasanya juga enak,” ungkap Jumiatun warga setempat. (sam)