SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sekalipun mengalami kenaikan 34,99 persen dari tahun 2013,  namun Fraksi PDI-P DPRD Bojonegoro, Jawa Timur meminta Pemkab setempat meningkatkan lagi Pendapatan Asli daerah (PAD).
Sekretaris Fraksi PDI-P, Doni Bayu Setiawan, menyatakan, pada APBD tahun 2014 tercapai PAD sebesar Rp291,24 miliar, namun belum melihat adanya kreatifitas peningkatan pendapatan tersebut. Harus ada penggalian sumber PAD yang baru.
“Selama ini, PAD hanya dari pajak, retribusi, pengelolaan kekayaan daerah dan pendapatan lainnya yang sah,” ujarnya saat menyampaikan pemandangan umum fraksi terhadap laporan pertanggungjawaban APBD 2014 di ruang rapat paripurna DPRD setempat, Senin (6/7/2015).
Dia meminta, supaya Pemkab memiliki upaya ekstensifikasi dan kreatifitas dalam menggali sumber pendapatan daerah supaya tidak selamanya bergantung pada sektor migas.
Selain itu, tandas dia, adanya silpa sebesar Rp370 miliar pada APBD 2014 dikarenakan adanya pelampauan pendapatan, efisiensi belanja, sisa DAK, program yang tidak bisa dilaksanakan, alasan maanjemen, dan lain-lain.
“Kami beranggapan bahwa silpa ini dikarenakan kurangnya perencanaan yang matang,” tegasnya.
Selain hal tersebut, pihaknya mempertanyakan alasan manajemen bahwa pada awal tahun sudah harus dilakukan belanja yang bersifat wajib dan mengikat (misalnya gaji pegawai) sehingga untuk menutup pengeluaran tersebut diperlukan silpa sebagai alternatif sumber pendanaan.
“Menurut hemat kami hal demikian kurang tepat dan tidak efektif, karena komponen yang bersifat wajib dan mengikat tersebut seharusnya sudah bisa dibelanjakan tanpa harus mengandalkan silpa sebagai alternatif sumber pendanaan,” pungkasnya. (rien)