Sebut Program Pendidikan EMCL Belum Maksimal

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Keberadaan sumber migas Banyuurip, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur dinilai belum mampu merubah pendidikan sekitar secara maksimal. Padahal bidang pendidikan ini merupakan salah satu dari tiga pilar program penunjang operasi (PPO) operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL)

Kepala Sekolah SDN Gayam 1, Kasnu, mengatakan, meski sudah ada beberapa program yang diterima pendidikan sekitar dari operator, namun belum maksimal. Menurut dia, bantuan diberikan operator masih berskala kecil jika dibandingkan nilai proyek yang mencapai triliunan rupiah. 
“Belum sesuai dengan harapan. Alasannya, warga sekolah khusunya SDN Gayam1, belum menerima sepenuhnya program pendidikan yang sesuai dengan harapan warga sekolah,” kata Kasnu melalui surel (surat elektronik) yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Rabu (8/7/2015).

Dia menjelaskan, seharusnya warga sekitar eksplorasi khususnya di SDN Gayam 1, mendapat prioritas program pendidikan yang layak sesuai dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Misalnya, kebutuhan siswa berupa alat kelengkapan sekolah yang memadai, kebutuhan pembelajaran berupa kelengkapan sarana dan prasarana pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan sekarang. Termasuk pembelajaran tehnologi informasi,

Baca Juga :   Operator Diharapkan Gandeng Disnakkan

Selain itu, lanjut Kusnu, seharusnya juga ada pelatihan guru yang terarah untuk meningkatkan kualitas pendidik dalam meningkatan mutu pendidikan saat ini, dan pemberian kompensasi berupa anggaran untuk pendidik dan tenaga pendidik di sekitar area eksplorasi migas, termasuk wilayah SDN Gayam 1.

“Semua ini belum terwujudkan. Belum pernah setiap tahun kami menerima bantuan dari operator Blok Cepu. Baik khusus pelatihan atau ketrampilan tertentu. Tapi pernah dapat program pendidikan karakter yang dilakukan lewat lembaga Indonesia Heritage Foundation dari Bogor kisaran tahun 2014,” jelas kepala sekolah ring satu proyek Banyuurip ini.

Dia mengakui, pelatihan Pendidikan Karakter dari IHF ada tindak lanjutnya, yaitu berupa pendampingan guru SDN Gayam 1 dan baru dua guru. Selain itu Pemkab Bojonegoro telah memberikan bantuan rehap gedung sebanyak tiga local tahun ini.

“Semoga, pihak EMCL mau meningkatkan perhatiannya kepada pendidikan sekitar. Termasuk perhatihan kepada SDN Gayam 1,” pungkasnya berharap. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Poros Bonorejo-Brabowan Mulai Dikerjakan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *