SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Memasuki H-2 Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah mulai menunjukkan kepadatan arus lalu lintas oleh para pemudik.
Hal ini mempengaruhi kebutuhan bahan bakar minyak jenis premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.
Salah satunya seperti di SPBU Sawunggaling yang terletak di Kelurahan Karangpacar. Antrean panjang nampak dari roda dua maupun roda empat. Namun, para pengendara harus menelan kekecewaan karena stok BBM Â jenis premium kosong sejak pagi.
Menurut supervisor SPBU Sawunggaling, Anggun Satria, peningkatan konsumsi premium baru terjadi pada hari ini, Rabu (15/7/2015). Hal ini disebabkan, banyaknya pemudik yang melewati jalur alternatif, dan memanfaatkan keberadaan SPBU Sawunggaling untuk mengisi bahan bakar kendaraan.
“Hari ini kami meminta tambahan kiriman premium ke Pertamina,” tukasnya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (15/7/2015).
Dia menyampaikan, tambahan tersebut sebanyak 24 kiloliter dari sebelumnya sebanyak 16 kiloliter saja. Namun, habisnya stok premium hari ini membuat SPBU sedikit lega karena BBM jenis Pertamax laku keras.
“Untuk Pertamax saya minta tambahan sebanyak delapan kiloliter, biasanya cuma empat kiloliter saja,” lanjutnya.
Kondisi ini diakui terjadi setiap tahun menjelang lebaran. Sehingga, untuk mengantisipasi kekosongan seperti ini pihaknya menambah stok BBM Â sesuai intruksi Pertamina.
“Kami minta tambahan stok setiap hari mulai hari ini. Tapi kalau dirasa cukup ya mengurangi tambahan itu ke Pertamina,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Anton, menyatakan, kekecewaannya akibat kekosongan yang terjadi di SPBU tersebut. Â “Ya terpaksa beli pertamax, isinya Rp10.000 saja. Nanti kalau ketemu SPBU lain isi premium lagi. Semoga tidak kosong juga,” harap pria asal Rembang, Jawa Tengah ini yang akan menuju Kota Madiun. (rien)