372 KK Belum Ambil Beras Kompensasi EMCL

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Sedikitnya 372 kepala keluarga (KK) di Dusun Ledok dan Samben Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum mengambil jatah beras kompensasi dari operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL), yang diberikan pada Rabu (15/7/2015) kemarin.

Total warga di dua dusun itu sebanyak 427 KK yang menerima beras kompensasi dari EMCL. Bantuan beras ini merupakan kompensasi atas perubahan volume flaring di tapak sumur B dan C sebesar 23 juta standartkaki kubik per hari (Million Standard Cubic Feet per Day/MMSCFD).

Masing-masing KK di dua dusun itu memperoleh jatah beras sama yakni 10 Kilogram (Kg). Kompensasi beras itu rencananya akan diberikan hingga Desember 2015 mendatang.

Kepala Dusun (Kasun) Samben, Gunawan, mengatakan, dari 200 KK di wilayahnya yang mendapatkan jatah beras kompensasi EMCL, baru sebanyak 40 KK yang sudah mengambil jatahnya. Sedangkan untuk diDusun Ledok, lanjut dia, dari total 227 KK, baru sebanyak 15 KK yang sudah mengambil.

Baca Juga :   Mitigasi Bencana Gempa, BPBD Minta Peta Pemasangan Pipa Gas JTB

“Totalnya ada 372 KK di dua dusun yang belum ambil berasnya,” kata Gunawan kepada suarabanyuurip.com, Kamis (16/7/2015).

Dia menjelaskan, belum diambilnya jatah beras itu karena warga menilai beras yang dibantukan EMCL dirasa masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan dampak yang dirasakan warga dari aktifitas proyek Banyuurip. Salah satunya adalah kegiatan sementara flaring.

“Alasan mereka seperti itu,” kata Gunawan. 

Meski demikian, menurut pengakuan warga yang dia terima, warga akan tetap mengambil jatah beras kompensasi untuk bulan ini. Dengan catatan  jatah beras bulan depan ditambah.

“Setelah ada kesepakatan dari EMCL, warga baru mau ngambil yang 10 kilo itu,” imbuh Gunawan. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *