Penolakan Beras Kompensasi EMCL Dibahas Usai Lebaran

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membenarkan jika hingga saat ini sebagian besar warga di Dusun Ledok dan Samben menolak bantuan beras dari operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai bentuk kompensasi adanya flaring (pembakaran gas) di tapak sumur B dan C Lapangan Banyuurip.

Beras kompensasi itu mulai dibagikan pada Rabu (15/7/2015) lalu. Jumlah penerima beras kompensasi di dua dusun tersebut sebanyak 427 kepala keluarga (KK). Namun  dari jumlah tersebut sebanyak 45 KK di Dusun Samben dan 95 KK di Dusun Ledok belum mengambil jatah berasnya.

“Saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk warga saya,” ujar Yuntik kepada suarabanyuurip.com saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya (Telgam), Selasa (21/7/2015).

“Alasannya kurang banyak,” lanjut dia.

Wanita berjilbab ini menjelaskan, sehari sebelum beras dibagikan oleh EMCL, pihaknya telah memanggil semua perangkat desa terutama untuk di Dusun Samben dan Ledok. Mulai dari kepala dusun, RT, RW, Kaur Keuangan, Kaur Umum, serta sekretaris untuk membahas pembagian beras kepada warga.

Baca Juga :   Beli LPG 3 Kg Wajib Gunakan KTP, Pangkalan dan Agen Langgar Aturan Bakal Ditutup

“Saya juga membagikan selebaran kertas folio untuk disebar kepada warga. Tujuannya supaya ada yang menyampaikan apakah mereka setuju atau tidak dan disertakan alasannya. Tapi sampai sekarang saya belum menerima,” ungkapnya.

Yuntik menambahkan, adanya penolakan ini telah disampaikan kepada EMCL pada hari itu juga. Namun, jawaban dari EMCL akan ditindak lanjuti usai lebaran.

“Ya kita tunggu saja, yang jelas jika itu masih kurang kita ajukan bareng-bareng ke EMCL,” pungkas Yuntik.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setiap KK di Dusun Samben dan Ledok memperoleh jatah beras 10 Kilogram (Kg). Namun jumlah itu dinilai terlalu kecil jika dibandingkan dengan resiko keselamatan mereka jika terjadi kegagalan dalam kegiatan pembakaran gas.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *