PKL Musiman di SPBU Lamongan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Sejumlah Setasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, berubah menjadi pasar kaget. Ini dikarenakan banyaknya para pedagang dadakan yang membuka lapak di area SPBU.

Selama 10 hari terakhir ini di hampir semu SPBU terlihat dipenuhi oleh pedagang kaki lima (PKL). Mereka memanfaatkan banyaknya pengendara baik mobil maupun motor yang mengisi bahan bakar maupun beristirahat di rest area SPBU saat melakukan mudik lebaran Idul Fitri.

Para pedagang yang mayoritas berjualan di samping area kantor SPBU tersebut terdiri dari penjual makanan dan minuman seperti bakso, gado-gado, minuman kemasan, buah dan penjual mainan.

Para pedagang mengaku mendapat untung cukup besar selama berjualan di SPBU pada musim lebaran.

“ Selama lebaran bisa mendapatkan untung Rp300 ribu-Rp400 ribu per hari,” kata salah satu penjual buah di SPBU Babat, Tono, Jumat (24/7/2015). Dia mengaku berjualan sejak H-5 lebaran hingga hari ini.

Sebenarnya sesuai aturan SPBU loksi tersebut harus steril dari para PKL.  Namun selama lebaran pihak pengelola SPBU terpaksa  memberikan toleransi kepada para PKL yang menumpang berjualan di area SPBU. Apalagi para PKL tersebut mayoritas adalah warga desa disekitar SPBU.

Baca Juga :   Keluhkan Cara Berkendara Pekerja Proyek Blok Cepu

“ Kami dengan terpaksa memberikan toleransi para PKL berjualan di SPBU. Asal mereka ikut menjaga kebersihan area SPBU. Selama berjualan tidak ada pungutan alias gratis,” ujar seorang operator SPBU di jalur nasional Babat-Lamongan yang minta namanya tidak ditulis.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *