Empat Anggota Satpol PP Diperiksa Polisi

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Kasus dugaan pengeroyokan dua mahasiswa oleh sejumlah anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjelang lebaran kemarin terus berlanjut. Polres setmpat sudah memeriksa sejumlah anggota aparat penegak peraturan daerah (Perda) tersebut.

“Kita sudah melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada sejumlah anggota Satpol PP terkait kasus dugaan pengeroyokan ini,” kata Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Sabtu (25/07/2015).

Dia mengatakan, ada lima anggota Satpol PP yang dipanggil penyidik. Tetapi hanya ada empat orang yang datang memenuhi panggilan petugas. Sampai saat ini, para anggota Satpol PP diperiksa masih sebatas sebagai saksi.

“Kita panggil terkait adanya dugaan poengeroyokan yang dilakukan kepada dua pemuda ketika bermain petasan,” jelas Suharyono.

“Kita panggil mereka karena saat kejadian pengeroyokan berlangsung mereka tengah bertugas,” lanjut Suharyono.

Sebelumnya, dua pemuda Tuban yang masih menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya melaporkan menjadi korban pengeroyokan sejumlah anggota Satpol PP. Pengeroyokan dipicu karena mereka memainkan petasan di sekitar alun-alun Tuban. Ketika petasan menyala, mereka mengaku tidak sadar kalau ada mobil patroli milik Satpol PP Tuban yang tengah bertugas.

Baca Juga :   Buron Polda Kalteng Ditangkap Di Tuban

Dua pemuda ini, Ardiansyah Rizki (22), warga Kelurahan Doromukti dan Wijanarko (22) warga Kelurahan Kutorejo, Tuban, mengaku dikeroyok beberapa pria yang masih mengenakan seragam Satpol PP lengkap didepan Kantor Kejaksaan Tuban.

“Saya dikeroyok dulu, baru kemudian dibawa ke kantor Satpol PP untuk diintrogasi,” kata Ardiansyah.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Tuban, Heri Muharwanto, sebelumnya menyangkal anggotanya melakukan pengeroyokan. Meskipun malam itu ada dua pemuda yang diamankan karena menyalakan petasan saat masih ada shalat Tarawih di Masjid Agung Tuban. Selain itu petasan tersebut juga meledak di dekat mobil Patroli Satpol PP yang bertugas.

“Tidak ada pengeroyokan, dua pemuda ini diamankan untuk dibina karena mereka memainkan petasan padahal Shalat Tarawih di Masjid Agung belum selesai,” kata Heri sebelumnya.(edp)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *