Pastikan Solar di SPBU Sesuai Spek

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Keluhan sopir angkutan umum jurusan Bojonegoro – Padangan, Jawa Timur, atas rendahnya kwalitas solar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ditanggpai Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat. Disperindag berjanji akan mencari tahu penyebab kerusakan kendaraan sopir angkutan mereka untuk memastikan apakah kerusakan itu karena solar atau faktor lainnya.

Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki mengaku, telah menerima laporan dari masyarakat melalui short message service (SMS) terkait dugaan rendahnya kwalitas solar dari SPBU yang mengakibatkan kendaraan angkutan umum rusak.

“Kami akan mencari tahu mobil yang rusak itu karena apa,” ujarnya.

Basuki menyampaikan, telah melakukan inspeksi mendadak ke 17 SPBU di Bojonegoro bersama Pertamina untuk mengambil sample solar untuk di uji di laboratorium.

“Kami akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengawasi distribusi solar di semua SPBU, karena sekarang solar disuplai dari PT TWU,” tandasnya.

Sementara itu, Humas PT Triwahana Universal (TWU), Wendrayadi, menyampaikan, apabila selama ini memang melakukan transaksi dengan Pertamina untuk suplai BBM jenis solar.

Baca Juga :   Kapolres AKBP Eva Guna Resmikan Kampung Tangguh Semeru Desa Ngasem

“Tapi solar yang kami suplai sudah sesuai spek, dan jumlahnya terbatas saja,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Pertamina telah menindaklanjuti laporan-laporan terkait masalah solar di Bojonegoro. Pertamina Marketing operation region V berjanji segera mengambil tindakan dengan menerjunkan tim utk pengambilan sampel solar  di seluruh SPBU di Bojonegoro.

Assistant Manager External Relation Pertamina MOR V, Heppy Wulansarie menjelaskan, bahwa uji sampel ini diperlukan utk memastikan kualitas solar di SPBU. Sebab solar dari Terminal BBM sudah dipastikan on spec sebelum dikirim ke SPBU

“Uji lab diberlakukan di semua SPBU Bojonegoro agar kami lebih yakin” tegas Heppy melalui releasenya yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/7/2015).

Dia menyampaikan, dari hasil pegujian lab dipastikan semua Solar dalam kondisi on spec atau sesuai ketentuan. Semua SPBU di Bojonegoro hingga hari ini masih melayani pembelian solar secara normal.

“Konsumsi Solar di wilayah Bojonegoro sekitar 176.000 liter per hari. Jika memang produk solar kami kondisinya tidak bagus atau off spec, tentu semua kendaraan yang mengisi di SPBU Bojonegoro tersebut akan mogok semua” jelas Heppy.

Baca Juga :   Audiensi dengan DPRD, HMI Bojonegoro Tuntut Stabilkan Harga Kebutuhan Pokok

Namun demikian pihaknya berjanji akan terus memonitor SPBU-SPBU di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.

“Kami sangat peduli dengan masalah kualitas BBM dan menghimbau konsumen untuk tidak resah karena produk BBM di SPBU kondisi on spec. Jika ada keluhan silahkan menghubungi kami di Contact Pertamina di nomor (021) 500 000,” tutup Heppy.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *