Warung Mamin Sekitar EPC Gulung Tikar

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Menjelang rampungnya proyek konstruksi pembangunan fasilitas penunjang produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tidak hanya berimbas pada pengurangan tenaga kerja (Naker). Namun sejumlah warung makanan dan minuman (Mamin) di sekitar proyek juga terkena dampaknya.

Salah satunya penyedia jasa mamin para pekerja di Dusun Puduk, Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam. Dari belasan warung yang berada di sana, sedikitnya lima warung telah gulung tikar.

“Kelihatannya sudah ada sekitar lima warkop yang sudah tutup disini, Pak. Salah satunya adalah warkop mbak Alif warga Brabowan sudah sejak sekira sebulan lalu tutup,” kata Mira salah satu penjual Mamin di baratnya Jembatan terowongan Kampung Tunnel kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (25/7/2015).

Pemilik memilih menutup warung mereka dimungkinkan karena pendapatan yang diperoleh saat ini sudah tidak sesuai. Sebab, banyak naker engineering, procurement and constructions (EPC) yang sebelumnya menjadi pelanggan mereka telah berhenti bekerja karena adanya pengurangan dari perusahaan.

Baca Juga :   Disdukcapil Kekurangan 17 Ribu Blangko E-KTP

“Kemungkinan, hasil yang didapat berkurang tidak seperti awal-awal proyek dulu. Artinya, antara pengeluaran dengan pendapatan tidak seimbang,” jelas warga ring satu Banyuurip ini.

“Saya berharap ini segera diantisipasi oleh pemerintah daerah maupun dinas terkait untuk mencarikan solusi. Agar mereka kembali membuka usahanya,” saran Pujianto, warga Bonorejo lainnya. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *