Diduga Surat DO Palsu Beredar di Sumur Tua

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Koperasi Unit Desa (KUD) Karya Sejahtera (KS) selaku mitra PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset Field Cepu untuk usaha angkut minyak mentah dari sumur peninggalan Belanda di Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ternyata belakangan ini diduga menerbitkan delevery order (DO) atau surat angkut minyak mentah palsu.

Meski Surat tersebut resmi berlogo dan berstempel KUD KS, dengan rincian volume minyak mentah yang diangkut sekaligus nama sopir truk, nopolnya dan diteken tandatangan oleh pimpinan KUD.

Terungkapnya kejadian ini bermula dari pengambilan minyak mentah sebanyak 20 ribu liter oleh 4 unit truk di sumur Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan. Setelah itu, ke 4 truk menuju ke lokasi penampungan minyak mentah milik PT Pertamina EP Cepu Field Asset 4 Field Cepu di Menggung Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Saat ditengah perjalanan, tepatnya di Pos Satgaspam Dusun Ndangilo Kecamatan Kedewan yang dijaga TNI AD, ke 4 sopir menunjukkan surat angkut dari KUD KS.

Baca Juga :   Pemuda Lokal Ancam Sweeping Naker EPC-5

“Surat itu palsu, padahal KUD KS wilayah angkut minyaknya dari Kecamatan Malo, bukan dari Wonocolo,” kata salah satu pengurus Paguyuban Wonocolo, Siswanto belum lama ini.

Dia mengungkapkan ke 4 truk itu disopiri oleh Warsito bernopol H 1743 BH, Sutrisno bernopol S 9228 UB, Agus bernopol S 9034 UB dan Marsanto bernopol S 9277 UB. Termasuk kuatnya dugaan lainnya, untuk minyak mentah dari Kecamatan Malo, melintasi Pos Kawengan dan Pos Ndangilo. Ke 4 truk meluncur dari Wonocolo tersebut diketahui pada jam14:00 WIB Selasa (22/7/2015) lalu.

Dengan adanya kejadian ini muncul dugaan tindakan KUD KS yang melanggar wilayah angkut minyak mentah itu untuk kepentingan bisnis dan memperkaya oknum pimpinan KUD KS. Bahkan tindakan itu sudah bukan menjadi rahasia umum paska ditutupnya dua KUD di wilayah Kecematan Kedewan, yakni KUD Usaha Jaya Bersama (UJB) dan Sumber Pangan (SP).

Salah satu penambang lain, Lariyanto yang mengetahui telah dilakukan KUD KS menilai, apa yang dilakukan merugikan masyarakat. Tiga anggota TNI AD yang berjaga di Pos Satgaspam dan mengetahui surat yang ditunjukkan oleh ke 4 sopir, tidak bersedia menjawab. Mereka mempersilahkan untuk mengkonfirmasi ke PT Pertamina EP Asset Field Cepu. Ketua KUD KS Sujono membantah adanya kejadian tersebut.

Baca Juga :   Pemdes Antisipasi Gejolak Sosial Proyek KDK

“Mungkin ada perorangan yang merentalkan truknya ke penambang wonocolo,” katanya. (roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *