Pemuda Lokal Ancam Sweeping Naker EPC-5

SuaraBanyuurip.com -  Samian Sasongko

Bojonegoro – Warga sekitar Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku kecewa dengan sikap PT Rekayasa Industri – Hutama Karya (Rekin-HK). Alasannya, kontraktor pelaksana proyek rekayasa pengadaan dan konstruksi (Engineering Procurement and Construction/EPC)-5 Banyuurip itu telah merekrut tenaga kerja (Naker) secara besar-besaran yang mayoritas berasal dari warga luar daerah.

Informasi yang diperoleh menyebut, ratusan naker yang direkrut kontraktor ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) itu untuk pekerjaan pemasangan pendingin ruangan (air conditioner/AC) sejak sebulan lalu.

Suwaji, Warga Desa Ringintunggal, menuturkan, sebelumnya dia tidak percaya jika PT Rekind – HK telah melakukan perekrutan neker sebanyak 100 orang lebih dari luar daerah. Karena dirinya dan pemuda lokal lainnya telah memasukan lamaran kerja pada tanggal 10 Desember 2014 kemarin, dan belum ada panggilan.

Namun, lanjut Suwaji, kabar rekrutmen tersebut ternyata benar setelah dia melakukan kroscek di desa sekitar tempat para pekerja itu kos. Dari ratusan naker baru EPC-5 itu, terdapat 7 orang yang kos di rumah warga Ringintunggal.

Baca Juga :   Bupati Blora Pertanyakan DBH Migas Blok Cepu

“Ini yang membuat kami kecewa. Karena kita sudah memasukan lamaran, tapi justru yang direkrut tenaga dari luar daerah. Padahal kalau masang AC saja, kami bisa,” kata Suwaji.

Suwaji mengaku merasa disepelekan dengan subkontraktor maupun kontraktor EPC-5 Banyuurip. Sebab dalam melamar pekerjaan itu ia menyertakan sertifikat yang diperolehnya.

Kegeraman Suwaji memuncak ketika naker-naker yang kos di desa sekitar proyek EPC-5 Banyuurip terkesan berbelit-belit memberikan keterangan seperti ada hal yang disembunyikan.   

“Saya tanya mereka, katanya, baru hari Kamis tanggal 17 Desember lalu datang dan ikut di PT TUN untuk pekerjaan pemasangan AC. Mereka mengaku berasal dari Ngawi dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebutkan satu persatu,” ujar Suwaji, menjelaskan. 

Suwaji mengungkapkan, sesuai hasil kroscek yang dilakukan bersama temannya, terdapat kurang lebih 150 naker baru yang direkrut HK-Rekind. Dengan rincian, kos di Desa Bonorejo sebanyak sekitar 80 naker, Ringintunggal 40 naker, dan di Desa Begadon sebanyak 30 naker.

“Kalau yang kos di Desa Begadon informasinya sudah sebulan lalu. Sedangkan, yang di Desa Bonorejo, dan Ringintunggal baru seminggu. Untuk pembuktian saya dan teman-teman terus melakukan kroscek di lapangan,” imbuhnya.

Baca Juga :   Mobilisasi Dua Alat Pemboran PDSI Kesasar

Senada juga disampaikan Ahmad Hatta, warga Desa Gayam. Ia bersama teman-temannya terus melakukan pendataan naker baru yang kost di rumah-rumah warga.

“Jika nanti sudah valid tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan sweeping kepada mereka. Kalau dari perusahaan tidak memperhatikan warga lokal,” sambung Ahmad Hatta.

Dikonfirmasi terpisah, Humas PT Rekind, Wandi menyatakan, akan melakukan konfirmasi lebih dulu ke bagian tim di lapangan. “Coba tak konfirmasi dulu, Mas,” ujar Wandi singkat. (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *