SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Ketika melakukan aksi demo di akses masuk Kawasan Industri Tuban (KIT) di Desa Temaji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, pemuda ring 1 juga menyatakan penolakan masuknya PT KrisEnergy di kawasan setempat.
PT KrisEnergy adalah perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) asal Singapura. Perusahaan ini akan melakukan pengeboran di Lapangan Gas Lengo dalam kontrak bagi hasil bulu (PSC) lepas pantai Jawa Timur.
“PT KrisEnergy dalam sosialisasinya dikabarkan akan membuat tempat Production di KIT,†kata Kordinator Lapangan (Korlap) Umar, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (29/07/2015).
Umar mengatakan, KrisEnergy, berencana membuat jalur pipa dari lepas pantai Bulu membentang sampai Desa Temaji, Kecamatan Jenu. Warga takut keberadaan perusahaan Migas di dalam KIT membahayakan keselamatan mereka.
Selain itu, para pemuda juga menolak keberadaan perusahaan PT Teknotama Lingkungan Internusa (PT TLI). Informasi yang diterima Suarabanyuurip.com, PT TLI merupakan perusahaan pengolah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (BBB).
“Intinya kami tidak ingin ada pengrusakan lingkungan, kami ingin apa yang ada di desa ini juga menjadi milik dari desa,†kata Nur Rokib, pemuda lainnya kepada Suarabanyuurip.com.
Penolakan kepada kedua perusahaan ini, diteriakkan berulang-ulang oleh kelompok pemuda ini. Bahkan penolakan ini juga tegas dituliskan di spanduk ketika mereka melakukan aksi.
Mereka berharap, perusahaan yang masuk di kawasan KIT adalah perusahaan padat karya dan ramah lingkungan. Serta perusahaan yang bisa mensejahterakan masyarakat sekitar.
Wartawan Suarabanyuurip.com belum mendapat keterangan resmi dari perusahaan yang dimaksud. Pesan singkat yang dikirimkan ke Vice President Administration KrisEnergy, Florencia Ciska Brata, hingga berita ini dilansir belum mendapatkan jawaban. (edp)