Mahasiswa Minta Kekayaan Unirow Dibuka

SuaraBanyuurip.comEdy Purnomo

Tuban – Mahasiswa Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban meminta kekayaan kampus dibuka kepada mahasiswa. Selama ini tidak pernah harta kampus dipublikasikan.

“Selama ini kekayaan kampus tidak pernah dibuka ke mahasiswa,” kata Presiden Mahasiswa (Presma) Unirow Tuban, Ahmad Juremi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (30/07/2015).

Juremi, ketika menyampaikan tuntutan mahasiswa ke sejumlah pengurus Yayasan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (YPPLPT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), dan jajaran rektorat Unirow Tuban menuntut dalam waktu tiga bulan melaporkan kepada mahasiswa kekayaan kampus mereka.

“Meminta dalam waktu tiga bulan harus sudah ada laporan terbuka dari Akuntan Publik tentang kekayaan Unirow,” jelas Juremi.

Hal ini penting dilakukan, untuk menghindari adanya praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme di kalangan kampus. Supaya menjadikan kampus Unirow lebih baik kedepannya.

Tuntutan dari mahasiswa ini langsung mendapat respon dari YPPLPT-PGRI Tuban. Salah satu pengurus yang datang, Ayik Wahyudi, menyanggupi akan memenuhi permintaan mahasiswa dalam waktu dekat.

“Baik, akan dilakukan,” kata Ayik Wahyudi ketika ditanya mahasiswa.

Baca Juga :   Pelajar SD Tewas Tenggelam

Menanggapi hal ini, Divisi Advokasi Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Jawa Timur, Miftahul Huda, mengatakan kalau kampus Unirow sebagai badan publik yang sebagian mengelola uang negara harus terbuka.

“Mahasiswa berhak tau keuangan kampus,” kata Miftah, menanggapi hal ini. “Termasuk didalamnya uang kemahasiswaan misalnya, yang menjadi hak kampus,” lanjut Miftah.

Sebagai badan publik yang memberikan layanan pendidikan, kata Miftah, kampus harus tunduk pada Undang-undang 14 no 2008 tentang keterbukaan informasi publik. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *