SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Mahasiswa Unirow Tuban, Jawa Timur, merasa kesal dengan rapat dengar pendapat (Hearing) yang dilakukan dengan pihak kampus mereka. Karena rapat yang membahas tentang masalah penonaktifan kampus mereka tidak dihadiri oleh Rektor Unirow Tuban, Hadi Tugur.
Padahal keberadaan rektor dalam hearing ini sangat penting karena Hadi Tugur dianggap paling bertanggung jawab di kampus. Namun hearing hanya dihadiri pihak yayasan kampus, Pembantu Rektor, Dekan, dan dosen setempat. Ratusan mahasiswa yang menggelar aksi di Lapangan Wisuda kampus setempat itu pun mempertanyaan rektor mereka yang tidak kelihatan batang hidungnya.Â
“Rektor Unirow adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas masalah ini, tapi dimana sekarang?†teriak mahasiswa dengan kesal mendapati rektor tidak ada di panggung wisuda.
Pembantu rektor II, Marita, mengatakan saat ini rektor Unirow sedang berada di Jakarta dan mengurus kembali supaya kampus Unirow aktif.
Mendapatkan jawaban ini, mahasiswa tidak serta merta puas. Mereka meminta kepada PR II untuk menghubungi Kemenriset dan Dikti untuk mempertanyakan keberadaan rektor tersebut.
Usai berdebat cukup lama, akhirnya PR II menghubungi rektor Unirow melalui ponsel. Melalui sambungan telepon, Rektor Unirow, Hadi Tugur, meminta kepada semua mahasiswa untuk tenang dan menahan diri, serta menunggu proses agar kampus kembali.
Ketika dihubungi suarabanyuurip.com, Hadi Tugur, mengklaim saat ini memang berada di jakarta. Alasannya sedang di Dikti untuk mengurus prosea pengaktifan kampus Unirow.
“Saya ada di Jakarta Mas,” kata Tugur.
Ketika berita ini dilansir, hearing masih dilakukan antara mahasiswa dengan perwakilan rektorat dan yayasan.(edp)