Suarabanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bojonegoro, kini berganti, dari sebelumnya Djoko Lukito, kini berpindah ke Andik Sudjarwo. Sebelumnya, Andik menjabat Asisten III atau Asisten Administrasi Umum.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono resmi melantik Andik Sudjarwo yang dalam jabatan barunya itu di rumah dinas bupati, dengan disaksikan oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten Bojonegoro.
Dalam agenda ini, Bupati Setyo Wahono menyampaikan harapan besar terhadap pejabat baru untuk membawa perubahan positif dan memperkuat tata kelola pemerintahan daerah. Bupati juga menekankan pentingnya profesionalisme serta pola kerja kolaboratif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Berdasarkan rekam jejak, beliau memiliki pengalaman panjang. Harapan kami, tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik dan profesional. Komunikasi yang baik antar-OPD adalah kunci. Jika komunikasi baik, maka tak ada tugas yang terasa berat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Putra asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini berharap, Pj Sekda Andik Sudjarwno mampu menjadi penggerak dalam penyelesaian berbagai pekerjaan rumah daerah, mulai dari peningkatan komunikasi, penguatan profesionalisme, hingga optimalisasi kerja sama lintas sektor.
“Visi dan misi kita tidak akan tercapai tanpa sinergi. Kita tidak akan pernah bisa membangun rumah yang kokoh tanpa fondasi komunikasi yang solid antar banyak pihak yang terkait,” tegas Mas Wahono, demikian Bupati Bojonegoro karin disapa.
Sementara Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah menyoroti peran strategis sekda dalam menjembatani komunikasi lintas OPD sekaligus menyinkronkan janji politik kepala daerah agar bisa dipahami dan dijalankan oleh seluruh pihak.
“Waktu 5 tahun itu sangat pendek sekali. Sekda harus mampu menerjemahkan target ‘Bojonegoro Luwih Apik’ dan menjadikannya langkah-langkah konkret yang bisa dieksekusi oleh seluruh pihak. Karena tanpa pengetahuan itu, visi misi tidak akan tercapai,” terang Nurul Azizah.
Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya kedisiplinan ASN dan akuntabilitas pengelolaan anggaran berbasis kinerja. Evaluasi harus dilakukan secara berkala untuk memastikan target kinerja tercapai dengan baik.
Selain itu, perempuan yang pernah menjabat sekda ini pun mengharapkan Pj Sekda menjadi jembatan dalam terciptanya sinergi yang kuat antar semua pihak. Ini agar proses administrasi berjalan dengan baik, termasuk pembinaan terhadap tenaga honorer dan CPNS baru supaya memahami arah kebijakan sejak awal masa kerja.
“Dengan pelantikan ini, diharapkan roda pemerintahan Bojonegoro dapat berjalan lebih efektif dan efisien, seiring dengan upaya percepatan pembangunan menuju Bojonegoro yang lebih baik,” tandasnya.
Untuk diketahui, pelantikan Pj Sekda Bojonegoro itu untuk mengisi kekosongan kursi Sekda Bojonegoro yang ditinggalkan Nurul Azizah per 22 September 2024 lalu. Serta, berakhirnya masa jabatan Asisten I Djoko Lukito sebagai Pj Sekda Bojonegoro baru-baru ini.(ist/prokopim).





