SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejumlah wilayah di Bojonegoro, Jawa Timur, telah dilanda kekeringan bahkan krisis air bersih. Namun sejumlah petani di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, masih menanam padi.
Padahal Dinas Pertanian Bojonegoro telah mengeluarkan himbauan agar petani menerapkan pola tanam yang benar yaitu padi-pad-palawija. Namun himbaun tersebut tak diindahkan. Petani masih tetap saja menanam padi di musim kemarau.
Menurut salah satu buruh tani, Purnomo (40), untuk lahan pertanian di desa ring 1 Blok Tuban ini tidak semuanya bisa ditanami padi kembali. Hal ini dikarenakan, sumber mata air yang masih keluar hanya sebagian wilayah desa.
“Sedangkan lainnya mengandalkan dari sungai di Desa Sambiroto yang airnya mulai mengering, ada juga yang dibiarkan bero,” imbuhnya.
Petani asal Desa Bakalan ini mengaku, untuk menjadi buruh tani di sini hanya mendapatkan upah sekitar Rp 40.000 sampai dengan Rp 50.000 untuk setiap harinya. Uang tersebut didapat dari mulai awal tanam sampai memanen padi.
“Ini sudah tanam yang ketiga kalinya,” kata dia.
Dari hasil panen kemarin, kata bapak tiga anak ini, produksi padi mengalami penurunan dari sebelumnya. Dari tiap hektarnya bisa mencapai 5 ton, kini hanya 3 ton saja. Sedangkan untuk masa tanam sekarang, belum berani menyebutkan berapa hasil panen nantinya.
“Kalau sawah yang saya garap ada satu hektar lebih sedikit,” imbuhnya.
Sementara itu, data dari Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada
musim penghujan tahun 2014 lalu produksi padi mencapai 6,5 ton tiap hektar, sementara tahun ini mencapai 7,48 ton tiap hektar.
Untuk produksi pertanian di musim kemarau tahun 2014 lalu, lanjut Bambang, mencapai 5,56 ton tiap hektar, sementara tahun ini mencapai 5,766 ton tiap hektar.
“Memang ada sedikit peningkatan produksi dari tahun sebelumnya,” ujar Bambang.
Pihaknya menghimbau para petani untuk menanam palawija di musim kemarau ini. Selain untuk menghindari kerugian akibat gagal panen karena kurangnya pasokan air, juga memutus rantai hama penyakit pada padi.
“Menerapkan pola tanam yang benar akan memutus rantai hama penyakit,” tandasnya.(rien)