SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan-Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan,Jawa Timur,mencatat sampai saat ini terdapat seluas 1.321 hektar (Ha) lahan pertanian padi dan jagung di wilayah setempat yang mengalami kekurangan air. Dari jumlah itu, seluas 552 Ha lahan di antaranya mengalami puso, sehingga tidak bisa dipanen.
Kepala Bagian Humas Pemkab Lamongan, Sugeng Widodo mengatakan, untuk mengatasi kurangnya pasokan air tersebut, pihaknya tahun ini menganggarkan bantuan 20 unit pompa air untuk petani melalui APBD Lamongan. Sebanyak 14 unit pompa berukuran 3 dim dan 6 unit lainnya berukuran 6 dim.
“Pada PAPBD 2015, kita juga sudah disiapkan penambahan bantuan pompa air. Yakni sebanyak 146 unit pompa 3 dim, 183 unit pompa 183 unit dan 287 unit ukuran 6 dim,†kata Sugeng.
Selain itu, lanjut dia, Bupati Lamongan Fadeli juga sudah menginstruksikan agar Dinas PU Pengairan melakukan upaya manajemen sumber daya air yang lebih efektif dan efisien. Terutama untuk beberapa waduk yang saat ini masih memiliki cadangan air.
Data yang diperoleh di Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, sampai saat ini, ada empat kecamatan yang sudah melaporkan terjadinya kekurangan air pertanian padi dengan umur tanam antara  25 hingga 85 hari dengan berbagai kondisi. Rinciannya, 228 Ha kondisi kekeringan ringan, 389 Ha tingkat sedang, 152 Ha berat dan 552 Ha diantaranya mengalami puso.
Empat kecamatan tersebut yakni di Kecamatan Kedungpring seluas total 419 Ha, Kecamatan Bluluk 366 Ha, Kecamatan Solokuro 391 Ha dan Kecamatan Modo seluas 145 Ha.
Khusus di Kecamatan Solokuro, komoditi yang kekurangan air adalah jagung. Areal seluas 391 Ha tersebut semuanya dalam kondisi puso. Karena usia tanaman baru mencapai antara 50 hingga 65 hari.(tok)