SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Eksplorasi Blok Nona yang dilakukan Pertamina Eeksplorasi dan Produksi (EP) Asset IV Field Cepu di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang,Kabupaten Lamongan,Jawa Timur dihentikan mulai hari ini, Jumat (31/7/2015). Penghentian ini dikarenakan dilokasi tersebut tak ditemukan kandungan minyak.
Dari pantauan suaraBanyuurip.com, di lokasi eksplorasi tidak terlihat aktifitas sama sekali. Kendaraan berat yang biasanya setiap hari berlalu lalang di sepanjang jalan menuju area pengeboran migas tidak lagi dijumpai. Bahkan tidak terlihat satupun kendaraan berat di lokasi.
Di lokasi proyek juga tidak terlihat satupun karyawan perusahaan yang sedang bekerja. Di pintu masuk lokasi hanya terlihat seorang security yang sedang berjaga. Beberapa security lainnya terlihat nongkrong di warung makan yang berjarak sekitar 100 meter dari pintu masuk lokasi perusahaan.
Menurut security yang bekerja bernama Putut, sejak hari ini karyawan yang biasanya bekerja diliburkan. Hanya security yang masih ditugaskan menjaga lokasi.
“Saya tidak tahu pasti kenapa karyawan diliburkan. Saya tidak memiliki kewenangan menjawab,” kata Putut.
Saat ditanya sampai kapan karyawan diliburkan dan alasan diliburkan, Putut yang tidak ramah dengan suarabanyurip.com tersebut enggan menjawab. Dia hanya berkomentar selama perusahaan tidak operasional hanya para security yang berjumlah 12 orang yang masih bekerja. Mereka berjaga secara shif 8 jam perhari.
“Security di back up angga TNI dari koramil Ngimbang dan pasukan zipur babat,” ujarnya.
Saat suaraBanyurip.com hendak mengambil gambar lokasi pengeboran, lelaki bertubuh tambun itu dengan tegas melarang. “Siapapun termasuk wartawan di larang keras mengambil gambar lokasi perusahaan,” ujarnya.
“Kalau mau ambil foto, sampeyan harus ijin dulu direktur Pertamina,” lanjut Putut.
Sebelumnya, Bagian Hukum  Pertamina EP Asset IV Field Cepu, Ali Hermansyah menyatakan, penghentian pengeboran di Desa Girik telah dihentikan pada awal ramadan lalu. Penghentian itu dikarenakan di lokasi tersebut tidak ditemukan kandungan minyak atau hidro karbon saat dilakukan uji produksi.
“Tiga kali uji produksi kita lakukan hingga kedalaman 4100 meter tidak ditemukan kandungan minyak,” kata Ali saat berada di Bojonegoro.(tok)