SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kondisi proyek Engeenering Procurement and Contruction (EPC)-1 Banyuurip, Blok Cepu di Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur saat ini sudah normal. Para pekerja telah pulang ke rumah masing-masing.
Sesuai hasil pengumpulan data yang dilakukan Suarabanyuurip.com menyebutkan, aksi amuk sekitar 8.000 pekerja EPC-1 Banyuurip terjadi akibat pintu keluar pekerja hanya satu. Sebelumnya para pekerja menggunakan empat pintu untuk keluar dari lokasi proyek.
Saat itu sekitar pukul 11.30 WIB, ribuan pekerja akan pulang setelah menyelesaiakan pekerjaan. Mereka langsung berdesakan di pintu keluar tersebut.
Karena panas matahari yang demikian terik, para pekerja mulai tak sabar sehingga terjadi saling berdesakan. Selanjutnya mereka saling berteriak, mempertanyakan kenapa hanya satu pintu dipakai untuk keluar proyek.
Kepada para pekerja, seorang karyawan proyek EPC-1 menyatakan, keluar lewat satu pintu atas perintah Joko Herlambang. Mereka pun akhirnya berteriak-teriak mencari orang tersebut, tujuannya agar diijinkan ke luar dari tiga pintu lainnya.
Gagal menemui Joko Herlambang yang kala ityu hilang dari kerumunan massa, ribuan pekerja langsung beralih ke kantor proyek. Disana mereka juga tak berhasil ketemu orang yang dicari. Â
Entah siapa yang memulai, tiba-tiba massa langsung melempar kaca kantor dengan batu. Lemparan tersebut disambuty oleh massa dengan melakukan hal serupa. Saat itu pula terjadi kisruh saling lempar batu ke fasilitas kantor proyek.
Akibat lemparan batu pekerja di dalam ruang langsung semburat kabur. Kondisi panas dan lapar kian memantik emosi ribuan orang yang saling berdesakan, hingga terjadilah amuk massa yang meluluhlantakan fasilitas proyek EPC-1 Banyuurip.
“Sesuai pengakuan para pekerja, penyebabnya memang adanya perintah agar menggunakan satu pintu untuk keluar lokasi proyek,†kata Bupati Bojonegoro, Suyoto, setelah beraudensi dengan pekerja.
Menurut Suyoto, diantara penyebab pekerja tak sabar karena dalam kondisi panas dan lapar. Inginnya mereka bisa cepat sampai ke rumah, seperti hari-hari sebelumnya. (rien)