SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, sedang melakukan indentifikasi unjuk rasa ribuan tenaga kerja proyek engineering, procurement and constructions (EPC) -1 Banyuurip di Kecamatan Gayam, Sabtu (1/8/2015). Langkah ini untuk memastikan penyebab mengamuknya tenaga kerja yang berujung pada pengerusakan sejumlah fasilitas dan pembakaran mobil proyek.
Namun untuk melakukan indentifikasi Polres akan lebih dulu mengkoordinasikan dengan Bupati Bojonegoro, Suyoto dan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).
“Setelah itu kita mengambil langkah melakukan pendekatan terhadap karyawan,” kata Wakapolres Bojonegoro, Kompol Ikhwanuddin kepada suarabanyuurip.
Setelah itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan normalisasi dan evakuasi ke semua karyawan. Kemudian mendatangkan tim identifikasi untuk mengidentifikasi kerusakan, mencari barang bukti, dan akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi.
“Masalah operasional kami tidak tahu, karena tidak bisa masuk ke ranah itu,” tandas Ikhwanudin.
Akan tetapi, lanjut dia, tugas Kepolisian saat ini dalam waktu 1-2 jam menjaga situasi yang saat ini sudah kondusif. Namun, jika operator Blok Cepu ingin melakukan recovery atau bekerja kembali, pihak kepolisian siap mengawal dan mengamankan lokasi.
“Sementara ini, kita sudah mengerahkan personil dari 4 Polsek dan 1 kompi dari Polres untuk menutup akses masuk dan mengeluarkan karyawan dari dalam lokasi,” imbuhnya.
Ikhwanudin menyatakan, telah memastikan kondisi di dalam aman dan tidak ada indikasi kelanjutan adanya tindakan bentorkan atau tindakan anarkis lanjutan. Namun demikian, pihaknya akan melakukan pendalaman apa penyebab terjadinya permasalahan ini.
“Nanti akan dicari tahu penyebab pasti peristiwa ini dan siapa yang bertanggung jawab,†pungkasnya.(rien)