SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Beredarnya kabar pengurangan  security dan pemutusan kontrak pengamanan tertutup (Pamtup) di Lapangan Minyak Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat sorotan aktivis lokal. Pasalnya, keberadaan pamtup selama ini dinilai membantu operator, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), dalam meredam gejolak sosial di proyek Banyuurip.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (MSTPM), Parmo, mengatakan, Â keberadaan Pamtup telah memberikan kontribusi positif kepada EMCL. Salah satunya pada aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh warga Bojonegoro beberapa waktu silam. Massa yang kala itu akan memasuki lokasi proyek minyak Banyuurip.
“Pada saat itu Pamtup ikut andil mengamankan lokasi proyek Banyuurip,” ujar dia kepada suarabanyuurip.com, Jum’at (31/7/2015).
Selain itu, lanjut Parmo, Pamtup juga ikut andil dalam kelancaran moving alat berat menuju lokasi proyek saat masih menggunakan akses road. Â “Selain pihak keamanan, Pamtup juga ikut andil menjadi tembok terdepan untuk menghadang pendemo di setiap titik akses yang masuk area proyek, dan akhirnya pendemo tidak berani masuk,” tegas Parmo.
Karena itu, dia menyarankan, jika saat ini  beredar kabar bahwa EMCL akan mengurangi Security dan memutus kontrak dengan Pamtup perlu dipertimbangkan lagi. ” Saya sarankan perusahaan mempertimbangkannya lagi. Sebab, dari tim Pamtup yang ada juga beranggotakan tokoh masyarakat yang ada di desa sekitar Banyuurip,” tandas tokoh masyrakat Desa Brabowan, Kecamtan Gayam ini.
Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Governmen Affiars Manager EMCL, Rexy Mawardijaya, menegaskan, bahwa kontrak para pekerja tergantung ketentuan dan kondisi yang telah disepakati antara pekerja dan pemberi kerja.
“Masa berakhirnya kontrak para pekerja bervariasi tergantung pada ketentuan dan kondisi yang telah disepakati antara pekerja dan pemberi kerjanya,” kata Rexy.(sam)