Warga Sekitar Kecewa Berat

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Pemerintahan desa (Pemdes) dan warga Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur menyayangkan dihentikannya proses produksi minyak Blok Nona oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset IV Field Cepu di wilayah kampung mereka.

Harapan untuk mencecap kesejahteran dari kucuran minyak di perut bumi yang terlanjur disemai warga Girik pupus sudah. Meski belum ada pemberitahuan dari Pertamina, namun warga bisa membaca jika pengeboran minyak tidak lagi dilanjutkan alias gagal total.

“Memang tidak ada pemberitahuaan resmi dari Pertamina jika proses pengeboran dihentikan. Tidak ada perwakilan Pertamina yang pamitan ke pemerintahan desa,” kata Kasi Pemerintahan Desa Girik, Sihat, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (1/8/2015).

Warga dan Pemdes Girik hanya menebak-nebak ketika di hari kedua puasa Ramadan, satu persatu alat-alat berat pengeboran di tarik. Lokasi pengeboran masuk dalam wilayah KPH Mojokerto.

Saat hampir semua peralatan, dan kendaraan ditarik dari lokasi pengeboran, pihak Pertamina sempat mengumpulkan perangkat desa, dan perwakilan warga di kantor desa.

Baca Juga :   RMT - PP Mulai Kerjakan Akses Road

“Saat itu pihak Pertamina memberitahukan jika Pertamina akan melakukan uji coba terakhir. Katanya jika nanti muncul kobaran api di udara maka eksplorasi minyak berhasil. Tapi jika tidak, maka eskplorasi Migas berarti gagal,” urai lelaki berusia lebih setengah abad itu.

Sejak saat itu warga menunggu dengan harap-harap cemas. Hingga lebih dari dua bulan ternyata kobaran api di langit Desa Girik tak kunjung menyala.

“Sampai saat ini tidak ada kabar lagi dari Pertamina bagaimana kelanjutan pengeboran. Namun warga sudah bisa memperkirakan jika pengeboran minyak gagal,” ujarnya lagi.

Meski baru tahapan eskplorasi selama hampir 6 bulan melakukan aktifitas pengeboran, kontribusi Pertamina EP Asset IV Field Cepu sudah cukup besar. Selain membantu pembangunan infrastrustur, perusahaan juga membantu kegiatan sosial warga.

“Setiap bulan Pertamina memberikan dana Rp3 juta kepada Pemdes untuk dibagikan kepada warga. Oleh Pemdes dana tersebut dibelikan sembako,  dan dibagikan ke puluhan warga kurang mampu di enam dusun yang ada secara bergiliran. Setiap sembako nilainya Rp80 ribu,” cetus Sihat.

Baca Juga :   SKK Migas Siapkan Strategi Capai Target Lifting 2022

Pertamina juga membantu pengadaan meubeler dan sound sistem kantor desa, membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) didusun Gondang, dan membantu pembangunan masjid Al-Amin di Dusun Glonggong Rp3 juta. Setiap peringatan HUT RI Pertamina juga membantu dana Rp1 juta.

“Kami sangat menyayangkan kalau pengeboran Pertamina gagal,” ungkap Sihat dengan raut muka sedih (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *