Produksi 55 ribu BPH Dihentikan Sementara

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Insiden amuk massa di area engineering, procurement and Constructions (EPC) -1 Banyuurip, yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur siang tadi berdampak pada stabilitas produksi. Dari jumlah produksi harian sebesar 85 ribu barel per hari (bph), sekitar 55 ribu bph saat ini dinyatakan berhenti.

“Produksi sekitar 55 ribu barel per hari sementara ini terhenti. Produksi tetap berlanjut untuk sekitar 30,000 barel per hari,” kata Vice President Public & Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (1/8/2015).

Selain itu, Erwin menyatakan jika pihaknya juga sedang melakukan kajian terkait dampak pada jadwal proyek. Dia memastikan jika pekerjaan di area EPC 1 dan EPC 5 dihentikan dan produksi dari lokasi sekitar insiden dihentikan sementara sambil menunggu kajian-kajian selanjutnya.

“Produksi yang dihentikan tersebut akan dimulai kembali bila keadaan sudah aman untuk dilakukan. Kami juga sedang mengkaji dampak insiden pada jadwal proyek,” imbuhnya.

Namun untuk saat ini tidak ada dampak terhadap kegiatan operasi pengeboran. Meski demikian untuk tingkat kerusakan sedang dikaji. Pun dengan penyebab insiden tersebut sedang diinvestigasi.

Baca Juga :   Optimis Produksi Gas Nasional Meningkat

Erwin menambahkan, EMCL sedang berkoordinasi erat dengan Tripatra-Samsung, kontraktor EPC – 1 Banyuurip dan pihak pemerintah.

“Situasi saat ini terkendali dan sedang dipantau. Keselamatan dan keamanan pekerja dan fasilitas kami adalah prioritas utama kami,” tuturnya.(roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *