SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora- Masyarakat Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana kebakaran selama musim kemarau ini. Sebab wilayah setempat merupakan salah satu daerah yang berpotensi tinggi terjadi kebakaran.
Sesuai data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, kasus kebakaran di Blora cukup tinggi. Terbukti dari bulan Januari hingga Agustus 2015 telah terjadi 21 kasus kebakaran.
”Hingaa hari ini tercatat 21 kebakaran,” kata Kepala BPBD Blora, Sri Rahayu kepada suarabanyuurip.com, Senin (3/8/2015).
Menurutnya, Konsleting listrik dan akibat kelalaian manusia menjadi penyebab terbanyak terjadinya kebakaran dari beberapa kasus yang terjadi belakangan ini.
Seperti halnya peristiwa kebakaran yang terjadi pada Minggu (2/8/2015) kemarin. Di dua lokasi berbeda dengan waktu bersamaan musibah kebakaran menimpa warga Kecamatan Jiken dan Warga Kecamatan Kunduran.
Kebakaran pertama terjadi di Desa Suruhan, Kecamatan Jiken pada pukul 17.30 WIB, menimpa kandang sapi milik Kasdi (70). Kebakaran disebabkan rembetan api dari bediang sapi. Kemudian api dengan cepat membakar bangunan yang terbuat dari kayu dan dipenuhi dengan pkan kering untuk sapi.
”Atapnya ada Klobot (Kulit Jagung). Sehingga api merembet dengaan cepat,” kata Kasdi saat ditemui di rumahnya usai membereskan puing bekas Kebakaran.
Api dapat dipadamkan setelah warga gotong memadamkan Api dengan air yang dibantu unit pemadam kebakaran dari BPBD Blora. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun ternak yang ikut terbakar. Karena sebelum kejadian tiga ekor sapi miliknya telah dimasukkan dalam rumah. Namun kerugian mencapai Rp 3 Juta.
”Sebenarnya kandang ini mau saya jual Rp 3 juta,” ungkapnya.
Sementara itu kejadian ke dua menimpa empat rumah di Kelurahan Kunduran, Kecamatan Kunduran. Kebakaran tersebut terjadi akibat hubunga arus pendek sehingga menghanguskan rumah milik Suwarno, Jamilah, Kaspin dan Suharno, yang letaknya saling berhimpitan. Kerugian akibat kebakaran di pemukiman padat penduduk tersebut mencapai Rp 47 juta. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Dua unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan Api. Selang satu jam, api berhasil dijinakkan.
Sri Rahayu menghimbau masyarakat agar terus waspada terhadap bencana kebakaran dan berhati-hati atas tindakan yang bisa memicu terjadinya kebaran. ‘“Kami terus menghimbau warga masyarakat agar lebih berhati-hati. Sebab keteledoran sekecil apapun bisa menjadi pemicu terjadinya api,” pesannya. (ams)