SPSI Sebut 2 Permasalahan Pekerja

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengakui adanya permasalahan yang dialami pekerja di proyek Engeenering Procurement and Contruction (EPC)-1 Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

Ketua SPSI Bojonegoro, Sugihanto, menegaskan ada beberapa permasalahan yang tidak bisa ditangani secara formal. Hal ini dikarenakan sikap tertutup para pekerja proyek saat dimintai keterangan lebih detail.

“Kalau ucapan dari satu atau dua orang ada, hanya saja mereka susah disuruh menyusun kekuatan lapor ke kita,” ujar pria berkacamata minus ini kepada Suarabanyuurip.com lewat sambungan telephone, Senin (3/8/2015).

Dia menegaskan, dari keterangan yang didapat ada dua permasalahan di tingkat pekerja. Yakni, terkait jam kerja yang terlalu ketat dengan waktu istirahat, hanya 1 jam saja. Serta belum dibayarnya Tunjangan Hari Raya (THR) pada lebaran lalu.

“Kita juga susah mau masuk ke Blok Cepu, kontraktor EPC sangat sulit diajak koordinasi,” lanjutnya.

Pihaknya mengungkapkan, saat ini tengah mengkoordinir 50 orang pekerja proyek untuk membuat laporan resmi terkait permasalahan yang ada. Sehingga, dengan adanya laporan itu SPSI bisa menjembatani antara pekerja dengan perusahaan.

Baca Juga :   Belum Laporkan Data Terbaru, Disperinaker Sebut 7.054 Naker JTB Menganggur

“Kalau dua-duanya tertutup ya jadinya seperti kemarin, meluapkan masalah dengan amarah,” tukasnya.

Sementara itu Community Affair and Manager PT Tripatra, Budi Karyawan, belum memberikan klarifikasinya. “Nanti saja, saya masih rapat,” tandasnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *