Berharap Kisruh di Banyuurip Tak Terjadi di JTB

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Kekhawatiran kerusuhan yang terjadi di area proyek engineering, procurement and construction (EPC) -1 Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur,  beberapa waktu lalu, melanda warga sekitar proyek unitisasi ladang gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB). Mereka  berharap peristiwa tersebut tak terulang di lapangan gas yang dikelola Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC).

“Saya berharap kerusuhan di dalam proyek Banyuurip kemarin diambil hikmahnya oleh PEPC. Agar kedepan tidak terjadi di proyek J-TB,” kata Kariono, warga Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/8/2015).

Dia menyarankan, agar PEPC benar-benar menyiapkan skenario yang matang sebelum proyek J-TB dimulai. “Apa yang menyebabkan kerusuhan di Banyuurip terjadi harus diantisipasi operator J-TB. Sehingga  kejadian tidak terjadi di J-TB,” ucap perangkat Desa Dolokgede ini.

“Mudah-mudahan kisruh di proyek Banyuurip, Blok Cepu tidak terjadi di proyek J-TB. Saya yakin pihak PEPC sudah mulai mengantisipasinya,” sambung Prapto warga Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo.

Baca Juga :   Pengembangan Migas Pad C Sukowati Lelet, DPRD Bojonegoro Segera Panggil Pertamina

Sekedar diketahui, bahwa lokasi gas Jambaran berada di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan Tiung Biru di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Lapangan ini berada tak jauh dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). (sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *