Pengembangan Migas Pad C Sukowati Lelet, DPRD Bojonegoro Segera Panggil Pertamina

Peta pengembangan migas Sukowati Blok Tuban di Kabupaten Bojonegoro yang dikelola Pertamina.

Suarabanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Leletnya pengembangan sumur migas baru Pad C Sukowati Blok Tuban di Dusun Karang, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengundang reaksi DPRD. Wakil rakyat akan segera memanggil pejabat Pertamina Regional 4 Zona 11.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sigit Kusharyanto mengatakan, pengembangan sumur migas baru Pad C Sukowati harus segera dilakukan percepatan agar bisa dieksplorasi. Sebab, selama dua tahun ini sama sekali tidak ada perkembangan signifikan.

“Tentu ini harus diketahui kendala apa yang menyebabkan sumur migas Pad C Sukowati ini prosesnya terhambat,” katanya, Sabtu (22/7/2023).

Sigit menegaskan, apabila pergantian operator yang menyebabkan pengembangan migas Pad C jalan ditempat, tentu harus ada penjelasan. Sehingga pihaknya bisa ikut mencarikan solusi agar kegiatan pengembangan bisa dipercepat.

“Bulan depan kami akan panggil agar Pad C Sukowati segera dipercepat,” katanya.

Menurut Sigit, lambatnya pengembangan migas Pad C Sukowati ini tidak sejalan dengan target produksi minyak 1 juta barel per hari yang telah ditetapkan pemerintah.

“Selain itu dengan stagnannya pengembangan migas Pad C ini pendapatan Bojonegoro dari dana bagi hasil migas juga ikut tertunda,” tandasnya.

Baca Juga :   Tak Persoalkan Musdes TKD Gayam Diundur

Senada disampaikan Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri. Politisi PAN itu meminta Pad C Sukowati harus diperjelas apakah dilanjutkan atau tidak, karena selama dua tahun tidak ada perkembangan sama sekali.

“Harus diperjelas apakah eksplorasi ini dilanjutkan atau tidak karena sudah dua tahun msih stagnan,” tegas Lasuri.

Humas PT Pertamina EP Lapangan Sukowati Eko Yudha Prawira sebelumny menyampaikan, belum ada perkembangan baru terkait migas Pad C Sukowati sejak pergantian sistem pengelola sumur pengembangan tersebut.

“Ini juga berpengaruh terhadap target produksi yang ditargetkan tahun depan,” katanya.

Dia mengatakan, sebelumnya Pad C Sukowati dikelola oleh PT Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field. Kini oleh Subholding Upstreams (SHU) menjadi di bawah Regional 4 Zona 11. Sehingga ada beberapa perubahan terutama target produksi.

Sebagai informasi, investasi awal pengembangan sumur migas Pad C Sukowati di Banjarsari mencapai US$ 16 juta atau setara Rp 231 miliar. Lapangan migas Pad C ini akan menyedot minyak dari bawah Alun-alun dan Pendapa Pemkab Bojonegoro dengan cara dibor miring.

Baca Juga :   PGN Salurkan Gas Bumi ke 2.173 SR di Semarang

Cadangan minyak Pad C Sukowati mencapai 1 sampai 3 juta barel, akan tetapi ini tidak bisa diserap semua. Sebab, yang bisa diproduksi hanya 500 ribu sampai 1,5 juta barel.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Google News SUARA BANYUURIP
» dan Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *