SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Akibat amuk massa pekerja proyek di area engineering procurement and construction (EPC) -1 Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa waktu lalu, menyebabkan omset penyedia jasa parkir sekitar proyek  menurun. Sebab para pekerja EPC-1 Banyuurip belum semuanya kembali beraktifitas karena proyek masih dihentikan sementara.
“Penurunnya sampai 80 persen, Pak,” kata Priyogi, salah satu penjaga parkir di sebelah Kampung Tunnel, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (05/8/2015).
Dia menjelaskan, penurunan omset parkir ini dikarenakan jumlah pekerja yang menitipkan kendaraannya juga berkurang.   Biasanya jumlah motor yang diparkirkan sebanyak 200 unit, sekarang tinggal 40 sampai 50 sepeda motor saja.
“Tapi sekarang sudah mulai banyak lagi. Karena sudah ada yang mulai masuk kerja lagi, Mas. Untuk jasa parkir tidak ada batasan berapapun nilai yang diberikan kita terima saja. Bahkan, ada yang tidak memberipunn juga tidak masalah,” jelas warga Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro.
“Saya harap kejadian yang sama tidak terulang kembali,” sambung Jodi warga lain. (sam)