SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – World Bank atau Bank Dunia menemukan adanya ketimpangan ekonomi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan adanya industrialiasi migas. Ketimpangan itu karena pertumbuhan ekonomi terjadi pada masyarakat yang kaya, sementara yang miskin semakin meningkat.
Ketimpangan ini ditemukan Bank Dunia saat sedang melakukan studi untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegor merumuskan kebijakan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Oleh sebab itu perlu cara bagaimana pertumbuhan ekonomi bisa terdistribusi dengan merata di masyarakat,” kata salah satu perwakilan dari World Bank, Arvind Nair.
Temuan selanjutnya, kata dia, bahwa pada sektor migas berperan besar pada pertumbuhan ekonomi dalam beberapa tahun terakhir. Namun sayangnya tidak menciptakan banyak lapangan pekerjaan karena lebih pada padat modal.
“Untuk itu, kalau kita melihat data yang banyak menciptakan lapangan kerja masih di sektor pertanian dan jasa,” ujar Arvind, mengungkapkan.
Dari kegiatan studi yang dilakukan Bank Dunia tersebut akan diberikan analisis dan rekomendasi bagaimana Pemkab bisa mengelola sektor migas ini. Sebab melihat performa Bojonegoro dari pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan sudah cukup baik.(rien)