SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro –  Pemerintah tetap menargetkan produksi puncak Banyuurip, Blok Cepu, sebesar 165 ribu barel per hari (BPH) akhir tahun 2015 ini. Meskipun beberapa waktu lalu, proyek pengembangan Lapangan Banyuurip yang terletak di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sempat terkendala kerusuhan mengamuknya tenaga kerja (Naker).
“Alhamdulillah produksi Banyuurip sudah kembali berjalan normal dengan kisaran lebih dari 80 ribu barrel per hari sejak Senin, 3 Agustus 2015 kemarin,” kata Kepala Humas SKK Migas, Ellan Biantoro saat berkunjung ke Redaksi Suara Banyuurip (SBU), Rabu (05/8/2015) kemarin.
Dia menjelaskan, sesuai hasil koordinasi dengan pihak operator Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) dan pihak keamanan, kondisi lokasi proyek engineering, procurement and construction (EPC) -1 Banyuurip sudah mulai kembali terkendali.
“Semoga dengan kembali normal kondisi, produksi puncak 165 ribu bph dari Banyuurip bisa terwujud di tahun 2015 ini sesuai target pemerintah,” tegas Ellan.
Dia menambahkan, produksi minyak Banyuurip merupakan tumpuan pemerintah untuk mencukupi kebutuhan energi nasional. Karena dari produksi minyak secara nasional sebanyak 825 ribu bph, Â 20 persennya akan dipasok dari Lapangan Banyuurip.
“Karena itu, saya berharap dari semua pihak agar saling membantu dalam menciptakan suasana yang kondunsif, aman, lancar terkendali. Sehingga tujuan yang diinginkan bersama bisa terwujud sesuai harapan,” pungkas Ellan.(sam)