Bojonegoro Minta Dukungan Menteri BUMN

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro -  Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Suyoto, menggelar pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarmo, pada Kamis (6/8) kemarin di Jakarta. Pertemuan tersebut untuk membuka peluang investasi di Bumi Angling Dharma –sebutan lain Bojonegoro.

Bupati Suyoto mengatakan, pihaknya juga melayangkan surat resmi untuk mendapatkankan dukungan percepatan pembangunan ekonomi di Bojonegoro.  Dalam surat tersebut, lanjut dia, dipaparkan bahwa Kabupaten Bojonegoro memiliki peluang besar untuk investasi berbasis migas, industri ikutan dan sektor non migas.

“Sektor usaha di daerah Bojonegoro  mengalami pertumbuhan yang sangat pesat,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com melalui email Jumat (7/8)

Dia mengungkapkan, sektor usaha tersebut adalah sektor pertanian, jasa dan sektor industri. Bahkan, peluang lain yang menjanjikan akan semakin berkembang manakala mendapatkan dukungan dari berbagai hal.

“Seperti kawasan industri di sekitar kawasan eksploitasi migas yang didukung dengan pelabuhan darat atau Dry Port dan jalur transportasi yakni  double track rel kereta api,” kata Suyoto, menjelaskan.

Ketua DPW PAN Jatim itu menambahkan, di dalam surat tersebut juga disampaikan adalah perlu adanya  percepatan eksploitasi gas Lapangan Jambaran – Tiung Biru oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan ExxonMobil. Percepatan lainnya meliputi percepatan pembangunan pabrik pupuk dan percepatan pembangunan powerplant Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca Juga :   Dandim 0813 Canangkan Lobang Biofori

“Oleh karenanya Pemkab memandang bahwa diperlukan intervensi BUMN khususnya dalah sektor keuangan,” tambahnya.

Suyoto menyampaikan,  masalah lain yang memerlukan campur tangan Kementerian BUMN adalah berkaitan dengan Perum Perhutani. Karena ada beberapa kawasan yang memang membutuhkan kawasan yang berada dalam naungan Perum Perhutani. 

Selain dukungan keuangan dan kebijakan,lanjut Kang Yoto, adalah perlunya keterlibatan langsung kementerian BUMN dalam beberapa hal yang telah dipaparkan. Suyoto mengaku, telah menyampaikan sejumlah terobosan dalam rangka menarik investasi di Bojonegoro kepada Menteri BUMN.

“Kita sudah sampaikan tentang beragam kemudahan kepengurusan perijinan dan penetapan upah berdasarkan Upah Umum Perdesan di Bojonegoro yang berkisar Rp 1.005.000. Ini akan menguntungkan investor dalam berinvestasi,” pungkas Bupati yang akrab disapa Kang Yoto.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *