SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Negoisasi harga gas proyek unitisasi Lapangan Jambaran – Tiung Biru (JTB), yang melibatkan Pertamina EP Cepu (PEPC) dengan Pupuk Kujang diharapkan segera ada kesepakatan.
Ketua Komisi VII DPR RI, Kardaya Warnika dalam kunjungannya ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyatakan negoisasi alot antara PEPC dapat dicarikan solusi dengan pemberian insentif harga gas domestik untuk pupuk.
“Dulu pemerintah sudah mempunyai formula ini,” kata dia.
Dia menjelaskan, insentif harga ini diberikan oleh pemerintah apabila konsumen dinilai penting bagi kepentingan negara. Karena itu, Komisi VII juga mendorong SKK Migas, selaku wakil pemerintah lebih memiliki peran dalam mengontrol kontraktor kontrak kerjasama (K3S). Baik dari PEPC maupun ExxonMobil.
“Sudah lah jangan molor – molor terus,” ucapnya.
Direktur PEPC, Ardiansyah mengatakan, secara umum proyek unitisasi JTB sudah siap dijalankan. Untuk harga gas telah disepakati 8 Dolar per MMBTU dengan ekskalasi 2 persen.
“Tinggal Pupuk Kujang saja yang belum sepakat diharga yang kita tawarkan,” ucapnya.(roz)