Kadus Doyok Diduga Gelapkan Dana Pamsimas

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Pengeloaan  Program Penyediaan Air Minum dan Sarana Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Kemiri, Kecamatan Kunduran,  Kabupaten Blora, Jawa Tengah diduga bermasalah. Akibatnya air Pamsimas tidak bisa lagi mengalir untuk kebutuhan warga. 

Pamsimas  yang diketahui berada di Dusun Doyok, Desa Kemiri, seharusnya mengaliri tiga dusun  lainnya, Ngrinking, Kemiri, Doyok, dan Dusun Nglahar.

Warga setempat menilai,  pengelola Pamsimas, Kepala Dusun Doyok, Hutomo, tidak professional, dan tidak transparan. Ketidakprofesional itu ditandai dengan macetnya air ke saluran pipa-pipa ke rumah ribuan warga dalam waktu sebulan lebih. Jika dikomplain warga dia selalu memberikan janji-janji palsu kepada para warga. 

“Tindakan yang dilakukan Hutomo ini mencederai hati warga. Para perangkat desa dan kepala desa tidak ada yang berani yang melawan,” tutur Mantan Kepala Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKMD) Desa Kemiri, Lasripan, di rumahnya.

Dia menyatakan, bahwa Hutomo selalu pandai memberikan alasan-alasan ketika warga  mengeluh airnya macet. Contohnya pada awal bulan Agustus tahun ini air tidak mengalir ke saluran rumah warga seminggu.

“Ketika ditanya dia beralasan saluran pipa di Desa Kemiri terkena cangkul orang yang telah membuat talud. Dan membuat sumur lagi. Padahal yang terjadi di lapangan salurannya tidak ada masalah apa-apa,” ujarnya.

Baca Juga :   Tersangka Kasus Jebakan Tikus Diancam Hukuman 5 Tahun Penjara

Pihaknya menambahkan, akibat dari ketidakprofesionalan Kadus Doyok dan ketidaktransparannya dalam mengelola uang, masyarakat Desa Kemiri sangat dirugikan. “Ini sangat merugikan masyarakat. Karena jika diterus-teruskan masyarakat Dukuh Ngriking selalu kesulitan mendaapatkan air bersih yang layak,” katanya.

Dia melanjutkan, Hutomo diguga diduga menggelapkan dana penarikan uang Pamsimas desa setempat puluhan juta rupiah.

Menurut keterangan tokoh masyarakat ini, terbentuknya Pamsimas pada tahun 2010 di desa setempat atas dasar persetujuannya. 

Namun dalam realisasi pelaksanaannya dari tahun 2010 hingga 2015 Kadus Doyok, Hutomo tidak transparan dalam pengelolaan keuangan. 

“Uang hasil penarikan air dari 1000 Kepala Keluarga (KK) di Dukuh Ngrinking, Kemiri, Doyok, Nglahar yang selama ini untuk air tidak transparan kegunaannya,” tuturnya.

Dia menduga uang itu digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri. Dan untuk memperkaya dirinya sendiri. Sebab dalam pelaksanannya, Hutomo selalu pandai berkilah dan licin ketika didesak oleh masyarakat terkait kegunaan dana tersebut. Padahal uang yang dibayar dari pelanggan dengan rata-rata setiap bulannya antara Rp25 hingga Rp100 ribu per rumah.

“Ditinjau dari segi hukum di sini banyak terjadi adanya unsur tindakan pidana korupsi. Karena adanya unsur mengelola air bersih yang dieksploitasi dan dijual kepada masyarakat untuk memperkaya diri sendiri. Masyarakat modalnya hanya kepercayaan. Namun yang dipercaya justru ingkar janji,” paparnya.

Baca Juga :   Siswa SMAN 1 Cepu Nobar Film G30S/PKI

Sementara itu Kadus Doyok, Hutomo, ketika dikonfirmasi menyampaikan, bahwa kemacetan saluran air di Dukuh Ngriking  beberapa bulan terakhir akibat dari putusnya saluran pipa karena ada proyek pembangunan Talud. Meskipun macet dia mengaku tetap akan bertanggungjawab mengembalikan kembali saluran air yang macet tersebut. 

”Maksimal dua hari air pipa sudah dapat diatasi. Nanti akan segera kami sambung lagi,” ujarnya.

Pihaknya tidak memungkiri jika pengelolaan keuangan tidak transparan dalam penggunaannya. Dia pun mempersilahkan warga jika mau menggugat ke pengadilan apabila ada warga yang tidak terima atas pelayanan Pamsimas yang dia kelola.

“Kalau saya digugat saya akan bilang, Ya Allah saya digugat,” ucapnya tanpa merasa bersalah.

Dirinya juga mengaku tidak menginginkan jika ada wartawan yang datang ke desanya, dan memberitakan fakta yang terjadi dengan apa adanya. Karena jika berita itu muncul akan memperkeruh keadaan. 

Pihaknya juga tidak menginginkan keburukan-keburukan pelayanan yang dilakukan perangkat desa dan pengurus Pamsimas yang ada di Desa Kemiri Kecamatan Kunduran diberitakan.

“Ya bilang sama teman-taman pokoknya jangan ada pemberitaan yang aneh-aneh soal Desa Kemiri,” pintanya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *