SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Nyudianto (32), pelaku penjambretan asal Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo,  Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dikabarkan tewas gantung diri di sel tahanan Mapolsek Cepu.
Pihak Polsek Cepu menyatakan, Nyudianto meninggal karena gantung diri menggunakan celana dalam, dan tas kresek yang dikaitkan pada pintu kamar mandi, Kamis (6/8/2015) sekitar pukul 22.00 WIB.
Mengetahui hal itu, pihak Polsek Cepu langsung melapor ke Polres Blora. “Saat ini kasus sedang ditangani Polres Blora,†kata Kapolsek Cepu, AKP Andi Kadesma, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (11/8/2015).
Sedangkan Kapolres Blora, AKBP Dwi Indra Maulana, menyatakan, sebelum ditangkap warga pelaku pamit kepada keluarganya akan bekerja. Ternyata kembali melakukan aksi kejahatan di Cepu. Pelaku sedang menjalani cuti bersyarat dari Lapas Bojonegoro, dan akan bebas beberapa bulan lagi.
“Sebelum ditemukan meninggal dunia kondisi pelaku masih sehat. Bahkan setiap jam anggota Polsek Cepu melakukan pengecekan ke dalam tahanan. Namun sekitar pukul sepuluh malam, pelaku ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri dengan menggunakan celana dalam dan tas plastic  yang dikaitkan di pintu kamar mandi,†ujar Dwi Indra Maulana.
Dia tambahkan, mengetahui peristiwa tersebut pihaknya menghubungi dokter untuk melakukan visum. Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh tim dokter, pelaku ada indikasi gejala depresi. “Hasil visum ada indikasi gejala depresi,â€ujarnya.
Keesokan harinya Jumat (7/8/2015) pagi, pihak keluarga pelaku dikabari. Selanjutnya jenasah pria yang tubuhnya dipenuhi tato tersebut, diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di desanya.
“Pihak keluarga menerima kejadian tersebut. Karena menurut pihak keluarga, memang itu sudah jalannya,†katanya. (ams)