SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sejak sebulan terakhir warga Dukuh Ngringking, Desa Kemiri, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah saat ini menjerit karena kesulitan mendapatkan air bersih.Â
Kondisi itu terjadi setelah saluran air dari Program Penyediaan Air Minum dan Sarana Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tak lagi mengalir.Â
Akibat macetnya aliran air Pamsimas, warga harus mengambil air menggunakan jerigen, naik sepeda ontel untuk mendapatkan air di sumur yang letaknya jauh dari perkampungan.
Seorang warga Ngringking, Suwarno (50), mengatakan, akibat dari macetnya air Pamsimas masyarakat Dukuh Ngriking kembali mengambil air menggunakan sepeda onthel, sepeda motor di sumur Gading, sumur Dukuh Kemiri, dan sumur milik warga Desa Kodokan. Lokasi sumur cukup jauh untyuk ditempuh warga.
“Air sudah tidak keluar lagi. Kita mengambil air menggunakan jerigen seperti beberapa tahun lalu,†tuturnya.
Hal senada juga disampaikan, Pujiyanto (22), warga Dukuh Ngriking. Menurutnya, air di rumahnya dan tetangganya daerah Ngriking selatan tidak keluar selama beberapa hari. Untuk memberikan solusi supaya air dapat kembali keluar pipa saluran di desanya dipukul menggunakan palu. (ams)