SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pendapatan (Dispenda) Bojonegoro, Jawa Timur, menyampaikan, lifting minyak dan gas bumi pada Triwulan II 2015 yakni Maret sampai dengan Mei mencapai 7,43 juta barel atau rata-rata 80,81 ribu BOPD.Â
Kepala Seksi Perimbangan Dispenda Bojonegoro, Eko Puji, mengatakan, lifting untuk Triwulan II ini meningkat di banding Triwulan I 2015 yang mencapai 5,32 juta barel atau rata-rata 59,16 ribu BOPD.
“Produksi K3S untuk minyak menurun, sementara gasnya meningkat,” ujarnya kepada suarabanyuurip beberapa waktu lalu.
Dia menyampaikan, tahun ini penerimaaan Bojonegoro dari dana bagi hasil migas sebesar Rp 946 miliar. Sementara target APBN-P tahun 2015 setelah dikoreksi dari Rp 326,96 triliun menjadi Rp 139,37 triliun.
“Tapi realisasi sampai triwulan kedua ini cuma Rp 46,34 triliun,” tambahnya.
Eko mengungkapkan, penurunan tersebut berdasarkan asumsi harga minyak mentah dunia di APBN-P sebesar USD 60 per barel. Namun ternyata hanya USD 55 per barel, bahkan cenderung turun lagi.(rien)