FPG Minta Manajemen BBS Direvitalisasi

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Fraksi Golongan Karya (FPG) DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, meminta kepada pemerintah setempat untuk merevitalisasi manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Termasuk  pembiayaan yang dialokasikan.

Ketua Fraksi Partai Golkar, Sigit Kusharianto, meminta supaya Bupati Suyoto mendorong PT. BBS agar mengakuisisi atas Joint Operasionalnya (JO) dengan mitra kerjanya, dengan cara membeli aset yang ada.

“Kemudian mengelola secara profesional yang berorientasi pada profit oriented,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Rabu (12/8/2015).

Menurut Sigit, pembelian asset itu bisa melalui pinjaman kepada bank umum atau bank daerah. Sebab, dia melihat, PT BBS selama ini hanya seperti agen yang hanya mendapat fee atau komisi saja. 

“Target PAD tahun inipun hanya sekitar Rp 500 Juta saja,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bagian Perekonomian Bojonegoro, Helmy Elisabeth, menyatakan, tidak ada penurunan target PAD meskipun tahun ini PT BBS tidak bisa mencapainya.
“Kami akan terus melakukan rapat evaluasi terhadap kinerja PT BBS,” sambungnya.

Baca Juga :   Pilkades Bogorejo Diundur, Panitia Pilih Mundur

Disinggung tentang penilaian miring terhadap kinerja BBS, Helmy enggan berkomentar. Dia hanya menegaskan, tim ekonomi akan terus memantau semua kinerja BUMD Bojonegoro tanpa terkecuali.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *