SuaraBanyuurip.com – D Suko Nugroho
Bojonegoro – Pembangunan pabrik Pupuk Kujang di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, direncanakan membebaskan lahan seluas 300 hektar. Dari luas lahan tersebut sebagian besar akan menggunakan lahan milik Perhutani.
Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bojonegoro, Soehadi Moeljono, mengungkapkan, pemakaian lahan hutan ini telah mendapat ijin dari Perhutani. Bahkan, sebagian lahan pengganti untuk pemakaian lahan hutan itu telah diperoleh. Lokasi lahan penggantinya, lanjut Soehadi, berada di wilayah Kasiman dengan luas sementara 48 hektar.
“Lahan pengganti itu nantinya juga untuk ganti lahan hutan yang digunakan untuk pembangunan Waduk Gongseng. Karena itu kita sekarang ini juga sedang melakukan negoisasi dengan Perhutani Parengan,†kata Soehadi saat silaturahmi dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), legislatif, dan elemen masyarakat dalam rangka pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2016 di Pendapa Malwopati Bojonegoro, Selasa (11/8/2015) malam.
Dia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong agar pembangunan pabrik Pupuk Kujang ini cepat direalisasikan. Karena pabrik tersebut akan mampu menampung ribuan tenaga kerja dan mengatasi persoalan pengangguran akibat pemutusan kerja tenaga proyek Banyuurip yang sebentar lagi selesai.
“Bapak bupati sudah meminta kepada Menteri BUMN dan Presiden untuk mempercepat pembangunan pabrik ini,†tegas Soehadi.
Namun, menurut dia, kendala yang dihadapi untuk merealisasikan pembangunan pabrik tersebut adalah belum adanya kesepakatan harga gas antara Pupuk Kujang dengan operator unitisasi gas Lapangan Jambaran – Tiung Biru (J-TB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Sebab pengoperasian pabrik itu akan memanfaatkan sebagian produksi gas dari Lapangan JTB.
“Kabar terakhir pemerintah akan mensubsidi agar kesepakatan harga itu bisa segera tercapai,†ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro itu.
Sebelumnya dalam forum itu, anggota DPRD Bojonegoro, Iskandar, mendesak kepada Pemkab Bojonegoro untuk segera merealisasikan pembangunan pabrik yang sudah masuk ke wilayahnya, termasuk Pupuk Kujang. Hal ini untuk mengantisipasi membludaknya pengangguran paska berakhirnya proyek konstruksi Banyuurip, Blok Cepu.
“Akan ada 3000 pengangguran yang perlu segera diantisipasi,†tegasnya.
Saat ini proyek JTB masih tahap penyediaan lahan dan tender desain rancang bangun. Pada prinsipnya harga gas antara Pupuk Kujang dengan PEPC sudah ditetapkan 8 USD per MMBTU dengan eskalasi 2 tahun.(suko)