SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, berencana melakukan penambahan dua unit halte, atau pemberhentian bus dengan anggaran sebesar 150 juta rupiah yang bersumber dari Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) setempat.
Halte itu rencananya akan dibangun di dua lokasi, satu lokasi berada di Jalan Pahlawan (simpang tiga manunggal) dan satu halte lagi akan dibangun di Jalan Merakurak-Tuban, tepatnya di depan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Tuban.
“Dua halte akan yang akan dibangun ditempatkan di Jalan Pahlawan (simpang manunggal selatan) dan jalan Merakurak-Tuban depan SMP 4,†kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, Kamis (13/08/2015) di Gedung DPRD Tuban.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban, Faraid, mengatakan, kalau di Kabupaten Tuban sendiri sudah ada 7 halte yang ada di wilayah kota. Penambahan dua halte diharapkan bisa dimanfaatkan pengguna jasa transportasi dengan baik.
“Bentuknya (bangunan) halte ya sama dengan halte-halte yang lain,†kata Farid ketika dihubungi melalui ponselnya.
Anggaran pembangunan dua halte ini mendapat kritik dari kalangan mahasiswa. Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban, M Fatkhur, menyebut, dua halte dengan anggaran 150 juta rupiah tergolong tinggi. Melihat halte-halte yang sudah dibangun di beberapa tempat di Tuban.
“Kalau kita lihat dari kacamata awam, satu halte dengan anggaran 75 juta rupiah menurut saya terlalu tinggi,†kata Fakhur, merujuk pada kondisi bangunan halte yang sudah lebih dulu dibangun.
“Kalaupun pembangunan itu jadi, kita meminta supaya halte itu ditempatkan di lokasi-lokasi yang memang dibutuhkan masyarakat,†lanjut Fatkhur.
Kordinator Advokasi Fitra Jatim, Miftahul Huda, mengatakan, kalau pembangunan halte di Tuban memang perlu dan bagian dari bentuk pelayanan publik. Tetapi ada hal lain yang tak kalah penting adalah memperbaiki layanan penyedia kendaraan umum.
“Yang tak kalah penting adalah memperbaiki layanan penyedia kendaraan umum,†jelas Miftah.
“Satu contoh sederhana adalah kadang ada sopir yang menurunkan sopir ditengah jalan sebelum sampai ketempat tujuan dengan berbagai alasan,†lanjut Miftah.(edp)