Normalisasi Kali Putat Disoal Warga

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora-Normalisasi Kali Putat Kecamtan Cepu, Kabupten Blora Jawa – Tengah, kembali disoal warga. Pasalnya, dalam pengerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan standar yang ditentukan. Secara kasat mata, kualitas bangunan sejenis tanggul ini diragukan. Sehingga, bangunan diprediksi akan ambrol jika terkena arus deras banjir yang sering terjadi di wilayah setempat.

Warga Balun, Rahmawan, menuturkan, setiap datang hujan deras, Kali Putat tidak mampu menampung debit air yang cukup tinggi dengan arus deras. Akibatnya, air meluber ke rumah warga hingga merobohkan dinding rumah.

 “Kalau bangunan seperti dikhawatirkan akan cepat ambrol. Diduga campuran material tidak sesuai. ” kata Rahman kepada suarabanyuurip.com, jum’at (14/8/2015).

Dipertanyakan, peran pengawasan dari UPT Dinas Pekerjaan Umum wilayah setempat pada proyek tersebut. “Kelihatanya, selama ini tampak minim dan bahkan hampir tidak terlihat cek dilokasi proyek,” keluhnya.

Terpisah, Kepala UPT Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Wilayah Cepu, Wirastomo Wisnu, mengklaim bahwa pembangunan tanggul sudah sesuai dengan rancangan bangun yang ditentukan.

Baca Juga :   Dalam 6 Bulan, Kerugian Kebakaran Capai Rp 1,5 M

“Proyek sudah sesuai koordinasi dan acuan. Pertengahan bulan dipastikan selesai,” ungkapnya.

Dijelaskan, terkait anggaran pembangunannya, dinding Kali Putat masing-masing sisi sepanjang 250 meter disokong anggaran sebesar Rp750 Juta. Dengan sumburnya dari bantuan keuangan Provinsi. Tentunya juga akan mendapat pengawasan langsung dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). “Sejauh ini sudah sesuai dengan acuan dan koordinasi masih tetap dilakukan,” pungkasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *