SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Banyak kontraktor kontrak kerjasama (KKKS) yang melakukan kegitan proyek hulu minyak dan gas (Migas) di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Namun tidak menjamin mereka bakal menemukan cadangan minyak cukup besar di wilayah ini.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Kusnanto. Dia mengaku sangat meragukan jika operator migas di Blora bakal berhasil dalam proyeknya. Sebab, sejak beberapa tahun lalu hingga sekarang tidak ada hasil yang memuaskan.
”Sejak zaman PT Humpuss sampai sekarang tidak ada hasil minyak ditemukan,” kata Kusnanto kepada suarabanyuurip.com, Sabtu (15/8/2015).
Dijelaskan, tidak dipungkiri jika di wilayah Blora telah banyak ditemukan potensi kandungan gasnya. “Kalau gas memang ada, dan potensinya juga bisa diliat sekarang ini,†ujar politisi partai Golkar ini.
Kusnanto merasa pesimis proyek hulu migas akan berhasil di wilayah Blora. ”Pesimis akan berhasil meskipun banyak operator migas melakukan kegitan di Blora,” tegasnya.
Seperti diketahui, saat ini ada beberapa proyek hulu migas yang sedang berjalan maupun sudah selesai Blora. Di antaranya Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK) di wilayah Alas Dara Kemuning, Pertamina Hulu Energi Randugunting (PHE Randugunting) saat ini melakukan kegitan eksplorasi di wilayah plantungan.
Kemudian beberapa operator dari Kontrak Kerja sama operasi (KSO) Pertamina, Serta Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) oleh Pertamina di Desa Sumber Kecamatan Kradenan. (ams)