SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro-Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia, Erwin Maryoto menyampaikan, salah satu hasil evaluasi dalam pertemuan dengan Tim Kandungan Lokal di lantai dua Ruang Batik Madrim Gedung Pemeintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, adalah demobilisasi pekerja engineering, procurement, and constructors (EPC)-1 direncanakan kembali aktif akhir bulan Agustus.
“Akhir bulan ini sudah kembali bekerja,” katanya kepada suarabanyuurip.com, Kamis (20/8/2015).
Namun demikian, secara keseluruhan pemulihan kondisi paska insiden amuk massa pekerja EPC-1 Banyuurip yang terjadi pada 1 Agustus 2015 lalu, bisa start up pada minggu ke empat bulan september. Sebab, berdasarkan pemeriksaan psikologis 31 persen pekerja belum sepenuhnya siap.
Field Service Manager Tripatra & Constructors, Aryo Damar menjelaskan, saat ini sedang dilakukan refreshment atau interview dan inductions. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan karyawan yang ingin bekerja kembali dan memastikan mereka yang kembali bekerja  tersebut mempunyai kompetensi sesuai kebutuhan.
Menurut Aryo, proses ini dilakukan agar karyawan dapat bekerja dengan aman dan nyaman mengingat sudah ada bagian yang beroperasi dan bagian yang sedang dalam testing.
“Proses tersebut masih berjalan disesuiakan denngan kebutuhan. Jumlah pekerja yang melalui proses tersebut disesuaikan dengan kebutuhan sisa pekerjaan yang dilakukan secara bertahap,” paparnya dihubungi suarabanyuurip.com terpisah.
Aryo mengungkapkan, kegiatan sudah dimulai pada minggu lalu. Hanya berapa jumlah tenaga kerja subkontraktor yang ikut, dia mengaku tidak hafal pasti.
“Pada prinsipnya kami memfasilitasi para subkon untuk melakukan proses ini. Hasil dan keputusannya dikembalikan kepada subkon masing – masing,” tuturnya.(roz)