SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku telah menerima keluhan warga terkait adanya kegiatan flaring di tapak sumur (Well Pad) B Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. Warga merasa adanya flaring tersebut telah memberikan dampak.Â
“Rata-rata yang dikeluhkan adalah suhu panas meningkat dibandingkan sebelum ada penyalaan flaring. Kemudian tanaman pertanian di sekitarnya juga tumbuh tidak maksimal, serta mudah diserang hama,” kata Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu kepada suarabanyuurip.com Jumat (21/8/2015).
Berdasarkan keluhan yang dia terima, tak sedikit warga yang menduga adanya flaring berdampak terhadap tanaman pertanian yang berada di dekat lokasi pembakaran flaring. Mayoritas warga berasal dari Dusun Ledok dan Samben.
“Di dua dusun ini pertumbuhan tanaman cenderung lambat, mudah mengering, dan serangan hama juga lebih meningkat. Meskipun pemberantasan hama telah dilakukan,” terangnya.
Menurut Yuntik, meningkatnya serangan hama diduga akibat dari penyalaan flaring hingga malam hari. Kondisi tersebut diperkirakan dapat memicu datangnya hama sebelum kemudian menyerang tanaman.
“Kata warga saya, kalau kondisinya terang dimalam hari memudahkan hama itu datang, dan menyerang tanaman. Karena banyak kendala, tentunnya hasil yang diperoeh juga menurun,” ujarnya menirukan warganya.
Yuntik menyarankan pihak EMCL mempertimbangkan berbagai keluhan yang diterima pemdes sehingga dapat dicarikan solusi bersama.Â
“Semoga keluhan petani ini segera ada solusinya. Sehingga tidak membuat kondisi perekonomian warga semakin bertambah lemah,” imbuhnya.
Ketika disinggung agar mendatangkan Dinas Pertainan (Disperta) Bojonegoro, Yuntik menyatakan, akan lebih baik dilakukan EMCL. Sebab, dalam hal ini tanggungjawab kegiatan flaring ada pada EMCL.Â
“Seharusnya itu tanggungjawab EMCL, bukan kami. Apabila dalam penelitihan terbukti karena dampak dari flaring, maka EMCL yang harus menanggung kerugian yang diderita para petani,” tegas Kades ring satu Banyuurip ini.(roz)