SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro- Setelah sebelumnya dimatikan. ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) menyatakan, flaring untuk kegiatan produksi di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu sudah kembali menyala dan berjalan normal seperti sebelumnya.
Field Public and Government Affairs Manager EMCL, Rexy Mawardijaya menjelaskan, dimatikannya flaring sementara untuk tindakan keamanan atas adanya insiden kebocoran pipa minyak milik Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di laut Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa –Timur kemarin.
“Mulai tadi pagi sudah kembali normal,” kata dia kepada Suarabanyuurip.com, Jum’at (21/8/2015).
Dia mengungkapkan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bahwa kebocoran pipa bukan dari proyek Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang terletak di wilayah kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa-Timur. Bahkan, saat insiden tersebut diketahui pertama kali dari seorang nelayan yang berada di pantai. Kemudian nelayan disekitar laut Palang melaporkannya kepada pihak EMCL. Tak berapa lama, EMCL melakukan pengecekan hingga kemudian dipastikan pipa tersebut milik JOB P-PEJ.
“Karena berdekatan dengan pipa kami, nelayan melaporkannya ke kami. Baru kemudian berkoordinasi dengan JOB P-PEJ setelah dipastikan pipa tersebut bukan milik kami,” imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, EMCL tadi malam telah menghentikan sementara produksi dari well pad C dan well pad B Lapangan Banyuurip, Blok Cepu. (Roz).