SuaraBanyuurip.com -Â Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Warga Dusun Kaliglonggong, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur akan kembali menerima kompensasi beras terkait dampak adanya kegiatan flaring di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, kamis (27/8/2015) pekan depan.
Kepala Dusun Kaliglonggong, Rudi Hartono menuturkan, pembagian beras akan mulai dibagikan hari Kamis (27/8/2015) pekan depan. Untuk syarat pengambilan, kata dia, warga bukan hanya menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja. Tetapi, juga harus menunjukkan Kartu Keluarga (KK).
“Tanggal 27 nanti harus diambil dengan membawa KK, dan KTP,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Jum’at (21/8/2015).
Rudi menjelaskan, mulai tanggal tersebut sedikitnya 74 KK warga Kaliglonggong akan bantuan beras sekira 30 kg beras per KK. Dari yang sebelumnya mendapat 10 kg. Kompensasi flaring diberikan selama tiga bulan kedepan selama proses flaring berlangsung. Namun, untuk dusun diluar Kaliglonggong masih tetap mendapat jatah 10.
“Kompensasi ini sudah berdasarkan kesepakatan bersama, dan sudah dirapatkan di Kecamatan,” tandasnya.
Dia menambahkan, besaran kompensasi menyesuaikan kondisi flaring yang saat ini sudah dipasang alat pemantau. Hanya saja, pria yang juga Pejabat Sementara (Pjs), Sekretaris Desa (Sekdes) Gayam ini belum mengetahui secara persis berapa batas ukurannya. Kendati, kompensasi beras ini sudah mendapatkan kesepakatan bersama antara warga, Pemerintah Desa (Pemdes), dan EMCL.
“Berapa batasan, dan kandungan flaringnya saya lupa, Mas. Intinya semua sudah sepakat,” pungkasnya.Â
Diberitakan sebelumnya, dari jumlah empat Dusun di Desa Gayam, dua Dusun diantaranya mendapatkan 10 kg beras per KK, yaitu Dusun Kaliglonggong dan Temlokorejo. Sedangkan, warga yang berdomosili di Dusun Sumurpandan , dan Gayam per KK mendapatkan 5 kg beras. Tidak samanya beras yang diterima warga berdasarkan jauh dekatnya jarak dengan flaring. (Roz).