SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Hadi Tugur, resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Rektor Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, oleh Yayasan Perkumpulan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLT-PT) PGRI Tuban, Jawa-Timur, Senin (24/08/2015).
Tugur dipecat setelah mendapatkan desakan cukup kuat dari mahasiswa yang kembali melakukan aksi demonstrasi hari ini. Selain itu, beredar surat dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi (Dikti) yang salah satu isinya meminta agar dilakukan pergantian pimpinan kampus setempat.
Aksi sempat berjalan tegang, ketika mahasiswa mengepung gedung yayasan, tempat dimana Rektor, Senat, dan Yayasan Unirow melakukan rapat hari ini. Mahasiswa ngotot akan terus melakukan aksi dan menuntut Tugur turun dari jabatannya hari ini juga. Bahkan Rektor Unirow sempat dikepung dan bersitegang dengan mahasiswa. Mahasiswa tidak menahan Tugur dan tidak memperbolehkan keluar dari ruangan.
Melihat tekanan dari mahasiswa yang melakukan aksi semakin besar, bahkan sampai mengepung gedung yayasan yaitu Wisma Cendekia Ki Hadjar Dewantara, Yayasan kemudian memberhentikan Tugur setelah melakukan diskusi, termasuk yang bersangkutan.
“Yayasan telah memberhentikan beliau, dan beliau juga bersedia (mengundurkan diri),†kata salah satu pengurus yayasan PPLT-PT PGRI, Ayik, didepan mahasiswa yang melakukan aksi demosntrasi.
Keputusan yayasan ini, sontak menjadikan mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi bersorak suka cita. Beberapa langsung melakukan sujud syukur atas keputusan yang baru diambil yayasan.
Hadi Tugur, mengatakan kalau dia legowo dengan keputusan pemberhentian dirinya. Terlebih dengan adanya surat Kemenriset Dikti Nomor 5936/E2.3/KL/2015 tentang Hasil Evaluasi Kinerja Akademik Tertanggal 10 Agustus 2015.
“Saya legowo (diberhentikan menjadi rektor),†kata Tugur singkat. (edp)