SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Sebuah kapal tongkang batubara bernomor PST 311 beserta Tug Boad Pancaran 315 kandas di pantai pasir putih Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada hari Senin (15/8) kemarin. Terdamparnya kapal yang sebelumnya bermuatan bahan baku industri tersebut disinyalir kuat akibat terhempas gelombang besar.
“Terdamparnya sekira pukul 15:00 WIB kemarin, kemudian banyak warga langusng melihatnya,†kata warga Desa Remen, Dsawati (45), kepada suarabanyuurip.com.
Saat ini posisi kapal tongkang berserta kapal penariknya atau Tug Boadnya telah bergeser dari posisi semula. Awalnya kedua kapal tersebut berada di wilayah pantai Sumur Pawon, Desa Mentoso, Kecamatan Jenu.
Namun karena selama dua hari terkahir ini kondisi cuaca laut buruk kemungkinan besar keduanya terhempas hingga kandas di perairan Remen.
“Apabila diukur kapal sudah bergeser 300 meter dari posisi semula,†imbuhnya.
Hingga didatangi beberapa awak media, terlihat beberapa petugas dari kapal yang mengecek kondisi tongkang tersebut. Untuk Anak Buah Kapal (ABK) sudah tidak terlihat di lokasi sejak pagi.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari petugas kapal, maupun pemerintah desa Setempat terkait penyebab kandasnya kedua kapal tersebut. Apabila melihat kondisi gelombang laut saat ini, bergesernya kapal lantaran dihantam gelombang besar pasca membongkar muatannya.
Sesuai prakiraan cuaca laut dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur,menyebut belum ada tanda cuaca buruk. Kini ketinggian gelombang diperairan antara 1,3 hingga 2,5 meter. Cuaca perairan berawan, dan kecepatan angin 30 Km/jam.(aim)