SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pedagang daging ayam di Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur, mengaku mengalami kerugian akibat menurunya jumlah pembeli. Hal ini disebabkan harga daging ayam yang terus meroket sejak Hari Raya Idul Fitri pada Juli lalu.
Salah satu pedagang ayam, Sumiatun, menyatakan, harga daging ayam kampung maupun potong mengalami kenaikan yang sangat tajam. Ayam kampung misalnya, kata dia, dari harga normal Rp 35.000/Kg, naik menjadi Rp 60.000/Kg dan kini mencapai Rp 80.000/Kg. Begitu juga untuk ayam potong, dari harga normal Rp 28.000/Kg naik menjadi Rp 40.000/Kg, dan kini mencapai Rp 60.000/Kg.
“Sekarang pembelinya menurun drastis,” ungkapnya saat ditemui di lapaknya, Selasa (25/8/2015).
Warga Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro ini mengatakan, sejak harga daging ayam naik, banyak stok yang masih utuh. Sehingga dirinya terpaksa harus mengurangi stok, dari awalnya 40 ekor menjadi 15 ekor.
“Kalau utuh ya dibawa pulang, dimasukkan ke dalam alat pendingin,” ucap Sumiatun.
Dia mengungkapkan, kenaikan harga daging ayam saat ini dikarenakan tidak adanya stok ayam dari peternak lokal. Selama ini, untuk dagangan, Sumiatun mengambil dari Kecamatan Sumberjo, Balen, Sugihwaras, dan Kalitidu.
“Sekarang saya ambilnya dari wilayah Tuban dan Rembang, Jawa Tengah,” imbuhnya.
Dia berharap pemerintah kabupaten Bojonegoro segera mengambil tindakan supaya pedagang daging ayam tidak terus menerus mengalami kerugian. Terlebih, dengan kondisi ekonomi yang semakin melemah sekarang ini.
Sementara itu, Kepala Disperindag Bojonegoro, Basuki, masih berusaha dikonfirmasi mengenai hal ini.(rien)